Wednesday, February 28, 2007

Istana Pagaruyung Ludes Terbakar

Istana kebanggaan masyarakat Minangkabau, Istana Basa Pagaruyung, ludes terbakar tadi malam. Istana yang merupakan bukti sejarah Kerajaan Pagarayung itu rata dengan tanah setelah api yang berasal dari sambaran petir meluluhlantakkan bangunan yang sebagian
besar terbuat dari kayu tersebut.
Atap dari ijuk ikut mempercepat api melalap semua bangunan dan isi istana yang terletak di Kenagarian Pagaruyung, 100 kilometer dari kota Padang, ibu kota Sumatera Barat, itu.
Informasi yang dihimpun koran ini dari lokasi kejadian, kebakaran yang menghanguskan Istana Basa Pagaruyung tersebut mulai terjadi sekitar pukul 20.00.
Sebelumnya, daerah setempat dilanda hujan yang diikuti angin kencang. Lalu, tiba-tiba petir yang menggelegar menyambar bagian puncak istana dengan cepat.
Menurut saksi mata bernama Andri, api awalnya membakar dua gonjong (atap) istana yang menjadi tempat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima gelar Yang Dipertuan Maharajo Pamuncak Sari Alam pada 22 September 2006.
Wakil Kepala Kepolisian Resort (Wakapolres) Tanahdatar Kompol Diarsyah Darwis mengungkapkan, upaya pemadaman api terkendala minimnya peralatan. Armada pemadam kebakaran yang dikerahkan dari Batusangkar tidak ada yang dilengkapi dengan tangga. Akibatnya, upaya pemadaman tidak bisa dilakukan dari jarak dekat. "Mobil pemadam kebakaran dari Padang baru datang sekitar pukul 21.00 WIB, ketika istana sudah ludes dan rata dengan tanah," kata Diarsyah.
Istana Basa yang terbakar tadi malam sebenarnya adalah replika dari yang asli. Istana Basa asli yang terletak di atas Bukit Batu Patah terbakar habis pada sebuah kerusuhan berdarah pada 1804.
Pembangunan kembali Istana Basa dilakukan dengan peletakan tunggak tuo (tiang utama) pada 27 Desember 1976 oleh Gubernur Sumatera Barat saat itu Harun Zain. Pada akhir 1970-an, istana tersebut dibuka untuk umum. Istana itu juga tercatat sebagai salah satu objek wisata
yang paling banyak dikunjungi di Sumbar.
Di sekitar Istana Basa, ada banyak objek wisata unik, seperti kompleks pemakaman raja dan bangsawan Minang. Ada beberapa kompleks makam dan yang paling terkenal adalah Kubur Rajo, sedikit di luar kota ke arah Padang Panjang. Kompleks makam bangsawan yang berada
dekat Istana Basa menampilkan batu nisan yang unik.
Selain terbuat dari batu besar utuh yang berpahat, batu nisan itu mempunyai bentuk berdasar jabatan orang yang dimakamkan. Masih di dekat Istana Basa, ada sekelompok batu prasasti yang tidak hanya menceritakan sejarah Minang, tapi juga sepenggal sejarah Nusantara
secara utuh.
Sejumlah pejabat dan tokoh penting pernah di-lewa-kan (dilantik) menerima gelar kehormatan adat Minangkabau di istana itu. Menurut Ketua Lembaga Adat Alam Minangkabau (LAAM) Kamardi Rais Dt. Panjang Simulie menyebutkan, pejabat dan tokoh penting yang pernah dilantik di Istana Basa Pagaruyung, antara lain, Raja Negeri Sembilan Malaysia Tuanku Ja'afar Bin Tuanku Abdul Rahman, Sultan Hamengkubowono X, Taufiq Kiemas (suami mantan Presiden Megawati), Megawati (ketika menjadi presiden), Ketua Badan Pemeriksa Keuangan
(BPK) Anwar Nasution, dan terakhir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Kita berharap Gubernur Gamawan segera merembukkan lagi pembangunan Istana Basa Pagaruyung, seperti Harun Zain membangun dulu," kata Kamardi.
Istana Pagaruyung, lanjut Kamardi, harus secepatnya dibangun. Sebab, istana itu merupakan simbol-simbol penting dari sejarah Minangkabau dan Sumatera Barat. "Jangan sampai simbol-simbol kita hilang," tukasnya.
Gubernur Gamawan Fauzi yang masih berada di Jakarta tadi malam mengaku terkejut dengan peristiwa kebakaran yang menghanguskan Istana Basa Pagaruyung itu. "Tapi yang jelas, kita segera bicarakan dengan pihak terkait, seperti LAAM dan pemuka-pemuka adat serta kepala daerah di Sumbar. Yang pasti, istana itu harus segera kita bangun," tegasnya.
Sementara itu, Bundo Kanduang Sumbar Raudha Taib mengatakan, kebakaran itu telah menimbulkan kerugian yang sangat besar. Sebab, yang ludes tidak hanya istana. Seluruh candi dan kain-kain hiasan di dalam istana juga ikut hangus. "Isinya candi dan kain-kain hiasan. Kerugiannya sangat besar," jelas Raudha ketika dihubungi koran ini tadi malam.
Menyinggung apakah kebakaran itu merupakan pertanda tentang sesuatu, dia tidak mau berkomentar. Raudha Taib hanya mengatakan, terbakarnya istana tersebut merupakan rahasia Tuhan yang tak bisa ditebak. "Ada orang mengatakan itu peringatan, tapi kita tidak bisa menebaknya," ujarnya. (ztl/mal/mon/abk)

sumber : jawapost

Istana Pagaruyung terbakar

Tadi pagi melihat berita tentang terbakarnya istana pagaruyung di RCTI, rasanya tidak percaya kalo istana sudah jadi abu... sedih sekali rasanya kehilangan salah satu tempat punya nilai historical dan merupakan salah satu kebangaan urang awak....
Istana terbakar sekitar jam 19-an semalam, karena disambar petir.... menurut berita yang aku baca pagi ini api dimulai dari gonjong yang disambar petir, api menjalar dengan cepat karena atap terbuat dari ijuk dan bangunan istana yang terbuat dari kayu. Kerugian yang sangat besar, karena disitu tersimpan peninggalan bersejarah yang sangat berharga.
Ustano Basa Pagaruyuang dibangun karena Ustano Si Linduang Bulan, tempat Kerajaan Pagaruyuang, terbakar tahun 1804, dan setelah dibangun terbakar lagi tahun 1961. Lalu, tahun 1975, ada keinginan Pemerintah Provinsi Sumbar yang didukung pemerintah pusat untuk membangun kembali Ustano (Istana) yang terbakar, tapi tak boleh dijadikan tempat tinggal. Pihak keluarga istana menyerahkan tanah ulayat ahli waris Daulat Yang Dipertuan Raya Pagaruyuang di Padang Siminyak, Jorong Balai Jango, Kenagarian Pagaruyuang, Kabupaten
Tanah Datar. Di situlah dibangun Ustano yang terbakar, Selasa malam.

Lebaran kemaren saat pulang kampuang kami masih sempat kesana... bersama keluarga besarku dan sempat pula berfoto².... Kita semua naik sampai puncak / lantai tiga....
Dan entah kapan lagi bangunan istana tsb akan bisa dibangun kembali....
Rumah gadang nan sambilan ruang....
Rangkiang balirik dihalamannyo...
Bilo dikana hati denai taibo...
Tabayang-bayang diruang mato....

Thursday, February 22, 2007

Farewell, Bowo


Hari ini adalah hari terakhir Bowo alias Prabowo jati di ANCRI. Setelah bergabung 2 th lebih sbg CIS, akhirnya Bowo pun keluar. Jobnya Bowo di pegang ama Hendro, sementara Job Hendro di berikan kepada Heri. Sebagai perpisahan ama Bowo tadi kita color family plus bu Frisca dan Pak Ikhbal lunch bersama di sari kuring, Kelapa Gading. Makanannya enak, ada gurami goreng, ayam goreng, ikan kue bakar, kalamari, tahu isi, karedok, cah kangkung... semuanya enak...tapi yang paling aku suka ayam goreng... yummy....
Good Bye Bowi, All the best ....


Tuesday, February 20, 2007

Naufal diopname

Setelah ayahnya pulang dari RS sakit jumat16 Feb, eh malah sabtunya Naufal yang diopname.
Sabtu sore rencananya aku mau bawa Nabila dan naufal ke Dr Ismail, tapi berhubung hujan derasa dan macet cet ... kita terlambat nyampe di RS, akhirnya daripada ga sama sekali akhirnya konsultasi dg Dr Indra, jujur aku sangat tidak puas dengan caranya, tidak seperti Dr ismail yang sangat komunkatif dan informatif, yg sangat enak buat nanya².. Dr Indra bilang kalo Naufal harus diopname , suspected DB..

Friday, February 16, 2007

My hubby

Alhamdulillah, hari ini infus my hubby udah dilepas, dan menurut dr nya udah boleh pulang ke rumah hari ini. Seneng si ayah bisa pulang ke rumah malam ini, sebab kasihan sama anak² yang sudah aku tinggal sejak si Ayah diopname senin sore yang lalu. Berdasarkan diagnosa si Ayah menderita infeksi saluran pernapasan. Mana anak² dua-duanya demam.
Tadi pagi Nabila udah wanti², pokoke bunda malam ini ga boleh nginap di RS lagi, kenapa Nabila ditinggal mulu, ..duh....sedih banget dengernya...airmataku jatuh ke dalam... mana yang harus aku dahulukan.. aku sayang tiga²nya..Aku sayang Ayah, Nabila dan juga Naufal.
Tak ada sedikitpun keinginanku tuk mengecewakan orang² yang tercinta.


Tuesday, February 13, 2007

Nuskan Syarief telah tiada

Pagi ini kembali dikagetkan oleh sebuah berita bahwa seorang seniman minang berpulang ke rahmatullah... Nuskan Syarief.... seorang penyanyi yang suaranya sangat elok.
Satu persatu seniman senior pergi... siapakah pengganti ? Walau banyak pemyanyi muda yang muncul tapi belum ada yang bisa menyamai sang legendaris ini...

Monday, February 12, 2007

Tips Agar Lebih 'Pede'

Dapat tips ini dari milis, sengaja aku posting dimilis...mengingat hasil review psykotest tempo hari hasilnya menunjukan weakness ku adalah kurang PD.... he..he..jadi malu .ketahuan juga weakness daku.....
----------------------------------------

Rasa percaya diri merupakan salah satu modal untuk meraih sukses dalam meniti karier. Tetapi masalahnya, tidak semua orang memiliki rasa percaya diri yang memadai. Makanya jika anda termasuk orang yang tidak atau kurang "pede", jangan cuma pasrah. Tumbuhkan dan kembangkan rasa percaya diri anda.
Dan jika anda sudah memiliki rasa percaya diri yang baik, peliharalah rasa "pede" tersebut. Caranya? Lakukan hal-hal berikut ini:

* Pujilah diri sendiri
Jangan ragu untuk memberi selamat pada diri sendiri ketika anda berhasil meraih prestasi, walau sekecil apapun.
Caranya yaitu dengan berbicara pada diri sendiri, "ya saya memang pantas mendapatkannya karena saya telah bekerja keras". Kalau perlu berikan hadiah pada diri anda sendiri, misalnya dengan membeli sepatu atau jam tangan yang telah lama anda inginkan. Memuji diri sendiri sepanjang tidak merugikan dan menggangu orang lain dapat berpengaruh positif pada anda. Karena tindakan ini dapat membantu anda lebih percaya diri dan optimis dalam mengerjakan apapun, terutama dalam melaksanakan tugas-tugas anda. Dengan demikian anda juga telah belajar menghargai diri sendiri.

* Buatlah agar orang lain menghormati anda Ingat, anda tidak bisa memaksa orang lain menghormati anda jika anda sendiri tidak menghormati diri sendiri dan orang lain. Cara bicara yang seenaknya dan gaya berpakaian anda yang tidak sopan adalah contoh bahwa anda
tidak menghormati diri sendiri. Jika anda tidak bisa menghormati diri sendiri bagaimana orang lain mau menghormati anda?

* Menghormati orang lain tanpa memandang pangkat dan jabatan juga merupakan upaya agar orang lain menghormati anda. Jika anda merasa orang lain menghormati anda, anda akan lebih percaya diri dalam melakukan apapun. Patut anda catat, membuat orang lain agar menghormati anda bukan berarti anda "gila hormat".

* Jangan takut gagal
Orang yang selalu takut gagal mustahil bisa mempunyai rasa "pede" yang lebih baik. Mereka yang takut gagal selalu dihantui rasa bersalah setiap ingin melakukan apapun. Hal ini jelas akan menghambat kemajuan karir anda. Jika anda pernah mengalami kegagalan masa lalu jangan
jadikan kegagalan itu sebagai masalah "traumatis". Tapi sebaliknya jadikan pengalaman dan pelajaran berharga untuk meraih yang lebih baik. Dengan mengenyahkan rasa cemas dan takut "gagal" otomatis rasa percaya diri anda akan tumbuh.

* Buatlah target sukses yang lebih luas Membatasi target sukses hanya membuat anda terbelenggu pada ukuran sukses yang sesungguhnya amat relatif. Umumnya, jika anda sudah mencapai kesuksesan yang diinginkan, anda akan merasa puas dan membuat anda berhenti sampai disitu. Sehingga anda merasa tidak perlu berjuang lebih keras. Karena itu jangan batasi kualitas dan kuantitas kesuksesan anda. Sekali anda mencapai sukses yang telah anda targetkan, anda akan sulit untuk lebih maju dan berkembang. Dan ingat, setiap kali anda mengimpikan sukses, setiap kali itu pula anda akan merasa lebih pede dalam menggapainya.

* Yakin bahwa anda bisa
Tanamkan keyakinan pada diri sendiri bahwa anda bisa melakukan dan menyelesaikan pekerjaan apapun, bahkan yang paling sulit sekalipun. Dengan demikian anda telah berpikir positif terhadap diri sendiri. Dan hal ini dapat memberi kekuatan dan menumbuhkan percaya diri pada anda setiap kali anda ingin melakukan sesuatu.

Jika anda telah memiliki rasa percaya diri yang baik berarti modal untuk meraih sukses telah berada dalam genggaman anda. Tetapi tentu rasa 'pede' saja tidak cukup untuk menggapai sukses. Untuk menggapainya perlu dibarengi usaha, kerja keras dan doa.

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)


Tips Menyikapi Kritik

Tak ada orang yang senang menerima kritik. Bagaimana pun hebatnya seseorang,ia pasti tak akan kebal dari kritik. Pertama, karena tak ada manusia yang sempurna dan luput dari kesalahan. Kedua, banyak orang yang senang mengkritik, meskipun mereka tahu dikritik itu tidak enak. Memang tidak semua kritik itu benar. Namun, bagaimana anda mensikapi kritik sebenarnya dapat mendorong perbaikan bagi kepribadian anda.

1--Tahan diri anda dari amarah.
Marah adalah signal alami yang mengatakan bahwa anda sedang dikritik.
Yakinlah setiap orang memang berhak mengutarakan pendapatnya. Biarpun wajah anda merah padam, usahakan agar tidak marah. Bila anda tidak lulus di langkah ini, maka langkah-langkah berikutnya hampir mustahil berguna bagi anda.

2--Terimalah kritik dengan sikap terbuka.
Mungkin kritik itu salah, namun pengkritik menganggapnya berbeda.
Bersikaplah terbuka, bila perlu ubahlah pandangan si pengkritik. Pahami keberatannya sehingga anda dapat menanggapinya secara tepat.

3--Jangan masukkan kritik ke dalam hati.
Meski anda bersikap terbuka, bukan berarti anda selalu memasukkan kritik ke dalam hati dan menjadikannya sebagai urusan pribadi. Hal ini sama saja dengan menyiksa diri anda sendiri. Mungkin kritik ditujukan pada usaha, produk, staff anda, bukan pribadi anda. Ingatlah anda perlu menjaga hubungan jangka panjang. Bila kritik ditujukan secara tidak proporsional, amati saja ketidakmampuan pengkritik menyampaikan kritiknya.

4--Mintalah keterangan lebih spesifik.
Pahami bahwa mungkin kritik itu benar. Jadi cobalah untuk memahami dan meminta keterangan yang lebih spesifik mengenai apa yang dikritik tersebut.
Ini bermanfaat bagi anda dan pengkritik agar dapat melihat situasi yang sebenarnya.

5--Jangan balas kritik dengan kritik.
Tugas anda adalah mensikapi kritik agar anda dapat meraih lebih banyak perbaikan dan keuntungan dari kritik itu. Membalas kritik dengan kritik sama dengan menyulut perdebatan yang tidak perlu. Anda takkan bisa memadamkan api dengan api. Akhirnya yang terjadi hanya abu hangus saja.

6--Tanyailah diri sendiri perbaikan apa yang bisa anda lakukan.
Dengan demikian anda mampu melihat kritik sebagai perbaikan bagi diri sendiri, sekaligus mendapatkan keuntungan darinya. Lebih banyak perbaikan produk ditemukan kritik daripada pujian dari konsumen anda.

7--Mintalah pendapat dari orang lain.
Bila anda tidak yakin dengan sebuah kritik, mintalah pendapat dari orang lain yang benar-benar tulus. Pendapat mereka dapat membantu anda menemukan bagian mana dari kritik itu yang benar atau keliru.

8--Biasakan diri anda dengan kritik.
Membiasakan diri berarti mensikapinya dengan tenang dan positif.
Jangan ragu untuk mengucapkan terima kasih atas kritiknya, meski tidak selamanya benar. Bagaimana pun perhatiannya patut dihargai.

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)

lelaki Sejati

Aku bertanya pada Bunda, bagaimana memilih lelaki sejati?
Bunda menjawab, Nak...

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari
kasih sayangnya pada orang disekitarnya....

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari
kelembutannya mengatakan kebenaran.....

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya,
tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa ...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat
bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap
bijaknya memahami persoalan...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari
hati yang ada dibalik itu...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari banyaknya wanita yang memuja,
tetapi komitmennya terhadap wanita yang dicintainya...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan,
tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan...

Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca kitab suci, tetapi
dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca...

Sobron Aidit dari Belitung sampai Paris

Bari Muchtar

11-10-2004

Dir-Pak-Simon.jpg

Sobron Aidit

Sobron Aidit dilahirkan 2 Juni 1934 di Belitung, Sumatera Selatan, dan meninggalkan Indonesia pada 1963 untuk bekerja di Tiongkok. Pada tahun 1965 terjadi peristiwa besar apa yang disebut G30S. Orang-orang yang berkaitan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia ditangkapi dan yang tinggal di luar negeri terhalang pulang. Adik kandung DN Aidit itu termasuk di antaranya. Berikut bagian pertama rangkuman wawancara dengan sastrawan yang sampai sekarang masih aktif menulis. Wawancara ini sudah disiarkan dalam acara masyarakat multikultural.

Ke Tiongkok
Sebelum berangkat ke luar negeri adik Ketua CC PKI ini bekerja sebagai guru/dosen dan wartawan. Dia antara lain mengajar di sekolah SMA THHK (Tiong Hoa Hwee Kwan) dan di Akademi Sastra Multatuli, yang didirikannya bersama Prof. Bakri Siregar. Sebagai jurnalis dia bekerja antara lain untuk Harian Rakyat dan Bintang Timur. Pada 1963 Sobron berangkat ke Tiongkok. Di sana dia tetap bekerja di bidang pengajaran bahasa dan sebagai jurnalis antara lain di Peking Review. Pada saat Gerakan RBKP (Revolusi Besar Kebudayaan Proletar) dia berhenti bekerja dan disuruh turba (turun ke bawah). Seusai RBKP tahun 1979 Sobron bekerja di Radio Peking sebagai penyiar dan redaktur.

Pindah ke Paris
Setelah habis kontrak pada tahun 1980 Sobron mau pergi dari Tiongkok tapi belum tahu mau ke mana. Dia ingat pesan alhmarhumah istrinya yang mengatakan: "Pergilah dari sini!." Semula di terpikir mau ke negara yang berbahasa Inggris seperti Kanada. Sempat juga terpikir mau ke Hongkong, tapi takut diekstradisi ke Indonesia. Terus ada yang mengusulkan agar ke Paris saja karena di sana belum banyak orang Indonesia. Akhirnya dia berangkat ke Paris padahal sangat buta soal Prancis. "Kami nggak tahu dunia Paris itu. Satu patah bahasa pun ndak tahu," tandas Sobron. Begitu tiba di negeri itu, dia dikursuskan bahasa Prancis di semacam pusat penampungan para pengungsi. Setelah itu mereka dilepas untuk berdikari.

Membuka restoran Indonesia
Lalu muncul beberapa ide antara lain untuk membuka toko buku, toko rempah-rempah atau warung keliling. Tapi semua ini tidak bisa menyuplai lowongan kerja yang banyak, karena mereka berjumlah 11 orang. Akhirnya diputuskan untuk mendirikan restoran Indonesia secara kolektif. Alasannya karena restoran banyak menyerap tenaga kerja dan dinilai bisa menguntungkan. Selama enam bulan tiap hari pak Sobron bersama sesepunya pak Umar Said mencari lokasi untuk dijadikan restoran. Untuk mengerti soal menu mereka mendatangi restoran-restoran yang ada. Menunya kadang-kadang mereka bawa untuk dianalisa. Selain itu mereka juga mempelajari strategi letak restoran. "Apakah di sekitar itu banyak pegawai, buruh, mahasiswa dan lain-lain." jelas pria kelahiran Belitung ini.

Kebanyakan dari mereka tidak ada yang berpengalaman membeli dan mengelola restoran. Tapi untungnya mereka dibantu oleh teman-teman orang Prancis. Beberapa kali mereka hampir mengambil alih beberapa restoran tapi dibatalkan, karena berbagai alasan. Misalnya, karena tempatnya dekat lokasi pelacuran atau karena gedungnya akan digusur. Sobron: "Jadi, yang nggak jadi ini beberapa kali." Akhirnya mereka menemukan sebuah restoran yang cocok lokasinya. Namanya restoran Madras. 'Orangnya sudah tua-tua, nggak mau lagi mengurusnya," tutur Sobron. Lokasi restoran ini sangat strategis dan menguntungkan, karena tempat itu ramai dilewati orang dan di kawasan tempat orang makan. "Itu 'bubu' yang baik sekali telaknya. Kalau bahasa Belitung kami, sebuah 'sero' yang letaknya sangat strategis untuk ikan masuk." tegas sastrawan ini. Maka pada 14 Desember 1982 berdirilah sebuah restoran "Indonesia" di pusat keramaian kota Paris.

Kolektif
Restoran ini adalah restoran kolektif yang dananya dipinjam dari bermacam-macam sumber, terutama dari Belanda. Tapi ada juga sumbangan misalnya dari gereja Katolik. Selain itu para pendiri restoran, yang tediri dari enam orang, juga menggunakan uang tunjangan selama dua tahun yang diterima dari pemerintah Prancis. "Jadi kami beberapa orang, enam orang pada waktu itu, disatukan menjadi uang kami punya hak dua tahun itu ditumpukkan." tandas Sobron dengan semangat. Di samping itu mereka juga mendapat bantuan dari teman-teman termasuk teman-teman orang Prancis. Mereka mendapat simpati dan bantuan dari orang Prancis karena mereka menciptakan kerja untuk para pelarian politik. Ini berarti mengurangi beban pemerintah Prancis. Ini semua berkat kesungguhan dan kejujuran, sehingga rakyat dan pemerintah Prancis sangat simpati. Sobron: "Bung barangkali sudah tahu bahwa presiden Mitterand sangat bersimpati. Sampai istri presiden enam atau tujuh kali makan di situ." tandas Sobron dengan semangat yang sama.

Diboikot dan diprovokasi
Sebelum lengsernya Soeharto sangat jarang orang dari Kedutaan Republik Republik Indonesia (KBRI) makan di restoran itu. Malah ada semacam seruan dari menlu Mochtar Kusumaatmaja agar para diplomat tidak makan di restoran "orang-orang PKI" itu. Tapi menurut Sobron ada saja diplomat yang diam-diam makan di sana. Sobron: "Orang yang mau makan itu tidak berpolitik. Pokoknya enak. Mereka tetap mau makan ke restoran kami, "ujar Sobron. Pihak restoran tentu saja menyambut mereka dengan baik. Namun ada juga di antara para diplomat itu yang sinis. Pernah seorang diplomat menanyakan kenapa bahan makanannya dibeli di Belanda, bukan di Indonesia. Ketika dijawab: "Karena itu tidak praktis", mereka berkata bernada provokatif: "Ah bilang aja kalo takut pulang, " cerita Sobron. Tapi para pemilik restoran berusaha agar jangan terpancing.

Pasca Soeharto, hubungan membaik
Namun setelah Soeharto tumbang, hubungan antara para pemilik restoran itu dengan KBRI sangat baik. Sobron: "Pernah baru-baru ini dua dubes sekaligus, dari Belanda sama dari Prancis, dua-dua datang," tutur Sobron. Jadi hubungannya sangat baik. Karena apa? "Karena kami tidak pernah memusuhi mereka. Yang memusuhi kami mereka," jawabnya. Lagi pula sifat ramah tamah dan baik hati harus dimiliki oleh orang restoran. "Itulah yang diajarkan kepada kami selama puluhan tahun ini," tegas Sobron.

Sobron Aidit Meninggal

Sobron Aidit Meninggal
Sabtu, 10 Pebruari 2007 | 20:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Sobron Aidit, adik tokoh PKI DN Aidit, meninggal di Paris, Prancis pada Sabtu (10/2) pukul 09.00 pagi waktu setempat atau pukul 15.00 waktu Indonesia. Pria 72 tahun itu meninggal di Rumah Sakit Pitie-Salpetriere, Paris, Perancis setelah dirawat sejak Kamis lalu karena terserang stroke.

Menurut Wanita Tekun Pertiwi, anak kedua Sobron Aidit, ayahnya jatuh di kerata bawah tanah Metro pada Kamis (8/2) pagi. “Ayah mau ke warnet seperti biasa untuk membaca dan membalas surat,” kata Nita, panggilan akrabnya di Paris melalui telepon. Kebiasaan ke warnet ini dilakukan sebelum mengurus Restoran Indonesia miliknya.

Selama dirawat di rumah sakit, Sobron masih bisa berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya. “Ayah masih bisa menjawab pertanyaan dokter,” katanya. Menurut dokter yang memindai otak Sobron, kata Nita, darah tidak bisa mengalir ke otak. Obat yang diberikan dokter tidak berfungsi sesuai harapan.

Sampai Sabtu malam ini, jenazah pria kelahiran Belitung, Sumatera Selatan, 2 Juni 1934 ini masih disemayamkan di ruang jenazah rumah sakit. Atas permintaan almarhum, jenazah akan dikremasi di Paris. Abu hasil kremasi akan ditabur di dua tempat yakni Beijing, Cina tempat isterinya dimakamkan dan di Belitung tempat pemakaman keluarga. “Tapi, harinya belum dipastikan,” katanya.

Sobron merantau ke Cina atas perintah Presiden Soekarno untuk mengajar sastra Indonesia di Universitas Peking pada 1963. Dia tidak bisa kembali ke Indonesia setelah tragedi G30S/PKI karena dicap tidak bersih lingkungan. Sebab kakak Sobron, DN Aidit, menjabat sebagai Ketua Central Committe PKI.

Sobron menetap di Paris sampai akhirnya mendapat kewarganegaraan Prancis. Di Paris dia membuka Restoran Indonesia yang beroperasi sampai sekarang. “Anda telepon saya saja kalau ke Paris,” kata Sobron kepada Tempo pada akhir September lalu. Sobron yang hobi menulis cerpen, puisi, dan novel sempat menerbitkan novel Cerita dari Tanah Pengasingan pada 1999.

Tahun lalu, Sobron berlibur ke Bali bersama Laura, salah cucunya. Saat berada di Bali, Laura sempat mengungkapkan keinginan menetap di Indonesia. “Saya cocok dengan udara Indonesia,” kata Laura kepada Sobron. Yophiandi | Arif Firmansyah

Sang penulis itu telah tiada....

Dapet dari milis....

JAKARTA, KOMPAS -- Penulis dan penyair yang bertahun-tahun hidup dalam pengasingan di Paris, Perancis, Sobron Aidit meninggal dunia dalam usia 73 tahun di Paris, Sabtu (10/2) pukul 09.23 waktu setempat atau pukul 16.23 WIB.

Sobron yang lahir di Tanjungpandan, Belitung, 2 Juni 1934, adalah adik pemimpin Partai Komunis Indonesia (PKI) DN Aidit. Saat peristiwa G30S meletus, Sobron tengah berada di Beijing sebagai pengajar di Institut Bahasa Asing. Sejak itu, ia tak bisa pulang ke Indonesia.

Menurut penuturan keponakannya, Ilham Aidit -- putra ke empat DN Aidit yang saat ini bekerja di Nangroe Aceh Darussalam -- pamannya dilarikan ke rumah sakit di Paris pada Jumat malam karena penyumbatan pembuluh darah ke otak.

Sampai sore kemarin, dia belum tahu apakah pamannya itu akan dimakamkan di Perancis atau Belanda. Selama lima tahun terakhir, menurut Ilham, Sobron lebih banyak ulang alik Perancis-Belanda. "Temannya kebanyakan di Perancis, tapi kedua anaknya di Belanda," kata Ilham.

Sobron memiliki dua anak, yakni Wita dan Nita. Keduanya tinggal di Belanda dan memberikan lima cucu. Istri Sobron telah meninggal semasa mereka hidup di pengasingan di Beijing.

Sobron pindah ke Paris tahun 1981. Bersama sejumlah teman, dia kemudian mendirikan restoran "Indonesia" di Rue de Vaugirard, Paris. Sebagai penulis Sobron menulis cerita-cerita pendek, yang beberapa di antaranya berlatar belakang restorannya itu. Tahun 2000, buku kumpulan cerpennya berjudul Kisah Intel dan Sebuah Warung (Garba Budaya) diluncurkan. Terakhir, terbit bukunya berjudul Razia Agustus (Gramedia Pustaka Utama). Buku itu diluncurkan dalam sebuah acara diskusi buku di Bentara Budaya Jakarta, November 2006. (BRE)

Karya terakhir Sobron Aidit .....

Berikut karya terakhir Sobron Aidit yang masuk di inbox ku pada tgl 6 Februari 2006, sebuah puisi ttg banjir yg terjadi di jkt dan corat-coret dari Paris (anggur)

Sobron Aidit :

B A N J I R

Ternyata banjir tak mungkin teratasi
hanya dengan kata-kata dan janji
haruslah dengan tekad-kerja-

keras dan perbuatan
bukan ketika menghadapi pemilihan gubernur dan walikota.

Betapa banyak gubernur dan walikota datang dan pergi
silih berganti
dan banjir selalu datang setiap tahun
betapa sulit buat mengusirnya pergi.

Banjir tidak hanya menggenangi kota
jalanan - dan perumahan serta perkotaan
tapi juga menderaikan airmata kehidupan
hilangnya pekerjaan - perumahan dan atap buat berlindung.

Mengapakah bapak-bapak tidak mau belajar
mengambil pengalaman yang sudah puluhan tahun
banjir itu pasti datang setiap musim hujan
tidak perlu menunggu bapak-bapak sampai pensiun!

Paris,- 6 Februari 07,-

---------------------------------------
Sobron Aidit :

C O R A T - C O R E T dari P A R I S
( Anggur )

Tak terbantahkan bahwa negeri Perancis atau Tanah Perancis itu adalah penghasil anggur yang sangat terkenal. Sudah tentu ada negeri lain juga sebagai penghasil anggur - seperti Tanah Spanyol - Tanah Afrika Selatan atau tempat-tempat lainnya. Tetapi rasanya Tanah Perancis sebagai penghasil anggur yang sangat terkenal tak ada yang meragukannya.

Dalam hubungan ini saya ingin menceritakan tentang saya dengan anggur. Rasanya agak terlambat saya mengakrabi anggur sebagai minuman. Saya baru mulai agak intensif berkenalan dengan anggur bahkan sesudah tahun 2000 ini. Padahal saya sudah tinggal di Tanah Perancis sejak tahun 1981 - agak terlambat.

Anggur bagi saya sebagai minuman kesehatan - dan ini yang pokok. Saya sebut demikian - karena anggur bisa diminum sebagai minuman kenikmatan - minuman dalam kesantaian - minuman dalam pesta-pora dan bisa juga sebagai minuman kebanggaan - tergantung bagaimaman menempatkannya saja.

Saya sudah minum anggur sejak beberapa tahun yang lalu sebagai minuman kesehatan. Saya minum anggur setiap hari satu sloki kecil - biasanya ketika sore hari. Biasanya satu botol yang 350 mL itu saya habiskan dalam 10 hari atau dua minggu. Sangat sedikit - hanya sebagai minuman penyehat. Sebab katanya anggur pabila diminum secara teratur - setiap hari - tetapi cukup hanya satu sloki saja - dia akan menjadi obat dan kesehatan - pelancar jalannya darah.

Ada kenalan kami - orang Uruguay peranakan Spanyol yang menjadi orangtua-angkat cucu saya Laura - namanya Gualberto. Sekarang usianya sudah 83 tahun. Dia tinggal di Chamonix - Perancis Selatan - jauh sekali - antara 800 sampapi 900 km dari Paris. Dia selalu nyetir sendiri kendaraannya sejauh ratusan km itu. Orangnya sangat sehat. Dan sudah puluhan tahun minum anggur secara teratur - dan minumnya secara minuman sehat - teratur dan sedikit. Dari dialah saya banyak belajar tentang anggur.

Saya minum anggur mula-mula merek Saumur. Lalu berganti dengan merek Cahors - lalu Bordeaux - lalu ganti lagi dengan Cote du Rhone - terkadang dengan Bergerac dan ada kalanya dengan Beujolais Noveau. Beujolais Noveau ini hanya dihasilkan pada bulan November dan Desember. Biasanya kapal-kapal Jepang sudah berlabuh di pelabuhan Havre buat mengangkuti berkontainer banyaknya buat keperluan di Jepang. BN sangat terkenal dan rasanyapun khusus - sedap dan nikmat.

Semua minuman anggur di Perancis kebanyakannya diambil dari nama tempat atau perkampungan penghasil anggur di Perancis. Semua nama yang saya sebutkan di atas adalah nama tempat penghasil anggur di Perancis. Ada yang nama kota - seperti nama Bordeau itu. Juga nama Champagne - minuman asam-manis sebagai sampanye - adalah dihasilkan di perkampungan - pedesaan Champagne. Juga pedesaan Cahors dan Bergerac penghasil tanaman anggur yang terkenal.

Jenis anggur di Perancis banyak ada ratusan. Jenis minuman anggur biasa - ukurannya selalu antara 11 sampai 15 %. Pabila ukurannya antara 17 dan 21 %, namanya sudah apperitive bukan lagi anggur biasa. Sedangkan pabila takarannya lebih tinggi lagi - sampai 30 dan 55 %, namanya sudah lain lagi - namanya digestive - alcohol berkadar tinggi. Digestive dianggap sebagai minuman penutup.

Di resto kami tidak banyak jenis minumannya - karena memang sebuah restoran merangkap bar - dan bukan bar merangkap restoran. Minuman di resto kami paling banyak hanya 80 jenis minuman secara keseluruhannya - termasuk soft drink. Sebuah bar yang secara khusus menjual minuman - biasanya terdapat 300 jenis minuman,-

Karena saya minum anggur bergantian merek - jadi saya sedikit mengenal mana yang saya rasa cocok dan sesuai dengan selera saya. Tapi sangat saya jaga - agar saya tetap masih berkategori - saya yang minum anggur - bukannya anggur yang minum saya,-
-------

Paris,- 6 Februari 07


Selamat Jalan Pak Sobron Aidit

Pagi ini saat membuka inbox milis belitungisland, serasa tak percaya aku membaca berita kalo pak long sobron, begitu orang² milis ini menyebut beliau, telah berpulang. Rasanya tidak mungkin, beberapa waktu lalu beliau masih menulis dimilis, aku suka sekali membaca coret²annya... betapa dia sangat rindu untuk diterima kembali sebagai WNI, ttg impian dan harapannya, cerita ttg kehidupannya dan anak serta cucunya.
Seorang lelaki Indonesia yg selalu merindukan kampung halaman nya telah pergi membawa bendera kemenangannya, kita semua akan merindukan celoteh dan impian2 nya yg berhamburan diatas kertas....Selamat jalan pujangga, beristirahatlah di RUMAH DAMAI mu, tak ada lagi kerinduan yg menyakitkan, tak ada lagi penderitaan.
Terimakasih untuk semua karya2 besar mu, terimakasih anda telah menjadi lantera dalam kegelapan sejarah, anda telah menjadi penghibur yg baik dengan celoteh pena mu.

BISAI wrote:

BERITA DUKA

Pagi ini ketika saya menilpon ke Paris yang diterima oleh keponakan saya WITA (putri Sulung Sobron Aidit), dia mengatakan bahwa abang saya yang tercinta SOBRON AIDIT telah meninggal dunia pada jam 9.23 (Saptu 10 Februari 2007) di sebuah rumah sakit di Paris setelah beberapa hari sebelumnya terserang Stroke mendadak.

Keluarga Asahan Aidit

Thursday, February 8, 2007

Floods

Banjir telah menjadi tradisi tahunan masyarakat DKI Jakarta. Rasanya aneh jika dalam setahun ibu kota negara tidak dikunjungi banjir. Tapi banjir kali ini benar² parah, hampir 80% wilayah jabodetabek kena banjir.
Begitu pula dirumahku.... kami juga ikut merasakannya. Jumat 2/2/2007 dinihari jam 1.15 WIB, dikala sedang enak²nya tidur, air telah masuk kerumah. Kami terbangun air udah sekitar 15 cm, Semua bangun dan berusaha menyelamatkan barang keatas. sebagian baju dan buku² udah basah. Air naik dengan cepat...nggak lama air udah mencapai selutut lebih.... Puncaknya sabtu sore - malam, air mencapai setengah meter. Dijalan depan rumah udah seperut. Untungnya kami masih punya tingkat, jadi tidak perlu mengungsi seperti tetangga kiri kanan, depan belakang. Tiga hari kami tinggal diatas,
Alhamdulillah minggu malam air surut dan kerja bakti dimulai... Ini pengalaman pertamaku merasakan banjir yg cukup parah, sebelumnya dirumah lama di ciplak juga pernah rumah kemasukan air tapi paling cuma 10-15 cm, itupun karena curah hujan yg tinggi dan salurannya ga kuat lagi menampung.