Monday, July 31, 2006

Hokuku - Renraku - Sodan (Laporan - Informasi - Konsultasi)

1. HOKOKU / LAPORAN

Definisi : Memberikan informasi penjelasan perkembangan tehadap proses dan hasil pekerjaan kita, kepada atasan kita agar atasan bisa memonitor perkembangan dari kerja kita dan bisa mengantisipasi kalau terjadi masalah

Urutan Hokoku / Laporan yang baik :
1. Sebelumnya rangkumlah point-point penting
2. Pertama laporkan kesimpulannya
3. Lalu jelaskan alasan dan latar belakangnya
4. Kemudian kemukakan pula pendapat pribadi

Point-point penting Hokoku / Laporan :
1. Atasan menginginkan laporan yang tepat dan akurat
2. Informasi harus dilaporkan secepatnya, terutama informasi yang buruk
3. Melapor harus diprioritaskan daripada kegiatan rutin harian
4. Sesuaikan dengan kondisi, pilih alat yang sesuai dalam melapor (notes, dll)
5. Jangan malu untuk melapor, walau atasan sedang sibuk
6. Berinisiatiflah melapor, jangan menunggu
7. Laporkan walaupun hal-hal yang dirasa kurang penting
8. Jika ragu dalam mengambil keputusan, segeralah melapor
9. Jangan hanya hasilnya, namun perkembangan pekerjaan harus dilaporkan juga
10. Pendapat pribadi harus dipisahkan dari fakta sebenarnya
11. Jangan menyimpan masalah sendirian
12. Biasakanlah untuk selalu mencatat
13. Jadikanlah melapor sebagai kebiasaan

2. RENRAKU / INFORMASI

Definisi : Menyampaikan suatu berita kepada orang-orang yang menurut hasil pemikiran / pertimbangan kita, memang harus tahu berita tersebut

Urutan Renraku / Informasi yang baik :
1. Sebelumnya rangkumlah point-point penting
2. Pertama informasikan kesimpulannya
3. Lalu jelaskan latar belakangnya
4. Kemudian lakukan konfirmasi

Point-point penting Renraku / Laporan :
1. Informasi yang mendesak lebih penting dibandingkan kerja harian
2. Untuk informasi yang rumit, rangkum dan ringkas terlebih dahulu
3. Urutan menginformasikan adalah : kesimpulan, alasan, latar belakang, dan kondisi
4. Jika meninggalkan pesan, konfirmasikan ke org tsb apakah telah menerima informasinya
5. Jika menerima pesan yang penting dan mendesak, beritahu juga orang lain yang terkait
6. Waktu yang tepat untuk menginformasikan adalah waktu disela-sela antara pekerjaan

3. SODAN / KONSULTASI

Definisi : Meminta pendapat / saran kepada rekan / atasan karena kita ragu kepada wewenang atau tidak yakin atas pendapat kita tersebut / tidak yakin dengan keputusan yang diambil

Urutan Sodan / Konsultasi yang baik :
1. Sebelumnya persiapkan data-data dan referensi pendukung
2. Jika ragu untuk memecahkan masalah sendiri atau ragu dengan wewenang kita, berkonsultasilah dengan atasan / pihak terkait

3. Analisa kondisinya dan pahami masalah dengan baik

4. Coba pikirkan solusi masalah menurut cara anda
5. Jangan hanya terpaku dengan cara / pendapat / pengalaman kita. Berkonsultasilah dengan orang lain (pihak terkait)
6. Terima pendapat orang lain dengan hati terbuka. Hargai juga pendapat yang kritis

Point-point penting Sodan / Konsultasi :
1. Jika tidak bisa memecahkan masalah sendiri, berkonsultasilah
2. Jika tidak yakin dengan wewenang kita, berkonsultasilah
3. Sebelum berkonsultasi, pikirkan dahulu sendiri
4. Sebelum berkonsultasi kumpulkan data-data yang diperlukan (don't speak without data)
5. Jangan hanya terpaku dengan pengalaman pribadi, berkonsultasilah
6. Mintalah nasehat pada orang yang terkait atau orang yang lebih berpengalaman
7. Dengan berkonsultasi, akan memperluas hubungan dan pergaulan anda

Tambahan :

1. Biasakanlah Melapor, menginformasikan dan berkonsultasi
2. Biasakanlah Melapor, menginformasikan dan berkonsultasi dengan urutan yang baik
3. Perhatikan point-point penting, jika melapor, menginformasikan dan berkonsultasi
4. Biasakanlah bicara dengan data pendukung

sumber : M Syahreza
(syahreza@nok...)

Coup de Boule

Tandukan Zinedine Zidane di Piala Dunia rupanya menginspirasikan banyak hal. Setelah game, insiden itu juga melahirkan sebuah lagu yang bahkan telah jadi hit di Prancis. Lagu tersebut berjudul "Coup de Boule" atau "Headbutt" dalam bahasa Inggris, dirilis oleh tiga asosiasi yang tergabung dalam Plage Records, sebuah perusahaan rekaman khusus musik advertising.

Lagu ini berirama etnik Karibia, ditulis hanya dalam waktu setengah jam oleh tiga orang fans Prancis yang merasa sedih, di mana komposisi musiknya dibuat oleh komposer bernama Franck Lascombes. Liriknya cukup jenaka, isinya tentang kejadian-kejadian di final Piala Dunia, saat Prancis kalah dari Italia lewat adu penalti.

Pada bagian chorus Zidane disebut "Il a tape" atau "the hit man". David Trezeguet juga disindir karena jarang main, tapi begitu diturunkan ia gagal menjadi eksekutor penalti. Fabien Barthez juga disebut-sebut karena tidak menghentikan apapun.

Video klip dari lagu ini juga sangat lucu. Tanduk-menanduk dada orang lain digambarkan menjadi tren. Di mana-mana orang menjadi "Zidane". Misalnya seorang perempuan menanduk pacarnya, bahkan orang yang sedang jalan tiba-tiba main tanduk saja dada orang yang dilaluinya.

Dilansir AFP, tiga minggu sejak dirilis, lagu ini menjadi hit di Prancis. "Coup de Boule" bahkan menjadi lagu yang paling banyak di-download lewat internet, 80 ribu kali dalam waktu dua setengah minggu. Angka penjualannya pun terus bertambah.

Menurut distributor Warner Music, "Coup de Boule" akan dilempar pula ke pasar 20 negara, bahkan dibuatkan beberapa versi seperti Jepang, Filipina, Italia, dan Spanyol.
Ingin tahu liriknya? Ini dia:

Head butt

Watch out, it's the head butt dance
Head butt, head butt
Head butt on the right
Head butt, head butt
Head butt on the left
Head butt, head butt

Come on the Blues!
Come on
Zidane has hit, Zidane has struck
Head butt....

The Iti was hurt
Zidane has hit
The Italian's not well
Zidane has struck
The ref saw it on tv
Zidane has hit
We lost the cup
But we had a good laugh

Zidane has hit, Zidane has struck head butt....

Trezeguet didn't play
When he played he messed up
He wrecked it all
We lost the cup
Barthez didn't stop a thing
Even though there was nothing hard
The sponsors are all furious
But Chirac spoke well

Zidane hit, Zidane struck head butt...

sumber : www.detikhot.com

8 Kado yang paling berharga

1. KEHADIRAN
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yg tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada di sampingnya, Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagiaan.

2. MENDENGAR
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan sudah lama diketahui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Berikan kado ini untuknya. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan Anda memberikan tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.

3. DIAM
Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir,atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, Diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya "ruang". Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomel.

4. KEBEBASAN
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah "Kau bebas berbuat semaumu". Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.

5. KEINDAHAN
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado lho. Bahkan tak salah jika Anda mengkadokannya tiap hari! Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yg tertata indah, misalnya.

6. TANGGAPAN POSITIF
Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yg kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda.Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf) adalah kado indah yang sering terlupakan.

7. KESEDIAAN MENGALAH
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Semestinya Anda pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu? Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado "kesediaan mengalah". Okelah, Anda mungkin kesal atau marah karena dia telat datang memenuhi janji. Tapi kalau kejadiannya baru sekali itu, kenapa musti jadi pemicu pertengkaran yg berlarut- larut?
Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yg sempurna di dunia ini.

8. SENYUMAN
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yg diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yg beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan syarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliiling kita.
Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yg dikasihi?


Friday, July 28, 2006

MENAPAKI KILAS BALIK SAKMA-STMA

Assalaamu’alaikum wr.wb.


Olak- olai pucuak lansano, barabah tabang sabarieh
Kahadapan kito basamo, kito mulai bapatatah- patitieh
“ Mancaliak contoh ka nan sudah,
mancaliak tuah ka nan manang”
“ Usang- usang di pabaharui
lapuak- lapuak dikajangi”.
“ Nan elok dipakai,
nan buruak dibuang,
kok singkek mintak diuleh,
kok panjang mintak dikarek,
nan umpang mintak disisiet”.
“ Sakabek bak siriah,
sarumpun bak sarai”.
“ Iman nan tidak buliah ratak,
kamudi nan tidak buliah patah,
padoman indak buliah tagelek,
haluan nan tidak buliah barubah”.
“ Alang tukang mambuang kayu,
Alang cadiak binaso adat
Alang alim rusak agamo,
Alang sapaham kacau nagari”.
“ Dek ribuik kuncang ilalang,
katayo panjalin lantai.
Hiduik nan jaan mangapalang,
Kok ta’kayo kuasoi ilmu nan bapakai”.
“ Indak nan merah pado sago,
indak nan kuriak pado kundi,
Indak nan elok pado baso,
Indak nan indah pado budi”.
“ Anak ikan dimakan ikan,
gadang disawah anak tanggiri.
Ameh bukan pangkek pun bukan,
Budi sabuah rang hargoi”.
“ Dulang bareh baok balaia,
dulang padi baok pananti.
Utang ameh buliah dibaia,
Utang budi dibaok mati”.


Latar belakang SAKMA ( Sekolah Analis Kimia Menengah Atas )

Pendirian SAKMA diprakarsai Yayasan Imam Bonjol yang diketuai Bapak Drs. Azhari ( almarhum ). Pada kira- kira pertengahan Januari 1964 beliau membicarakan dengan saya persiapan- persiapan dan langkah- langkah yang perlu dilakukan guna pendirian SAKMA di Padang/ Sumatera Barat. Gedung atau ruang belajar telah disepakati dan disetujui oleh Kepala SMP Negeri No. 2 di Jalan Pasar Ambacang, dapat dipergunakan pada sore hari. Kurikulum dan silabus SAKMA Bogor telah berada ditangan beliau dan dapat dipergunakan seperlunya. Beliau telah pula menghubungi Ibu Ir. Asnidar Kusrin ( alumni Fak. Teknik Kimia Universitas Gajah Mada ) untuk dicalonkan jadi Kepala Sekolah.
Pada kira- kira pertengahan Juli 1964, diruang kerja Bpk. Drs. Azhari ( waktu itu beliau adalah Pejabat Wali Kota Padang ) di Balai Kota Padang diselenggarakan rapat persiapan operasional SAKMA, yang dihadir antara lain :
1. Bpk. Drs. Azhari
2. Bpk. Doelma Noer
3. Bpk. Mahjuddin Arif
4. Bpk. Zainal Arifin
5. Bpk. Soemanto
6. Bpk. Abdul Hannie Ac
7. Bpk. Noersal Sabiran
8. Bpk. Syahrial
9. Bpk. Meigoes Maaroef

Dari hasil pertemuan tersebut disepakati berasama untuk dapat segera mempersiapkan segala sesuatunya yang berhubungan dengan :
1. Kepastian persetujuan menggunakan ruang belajar SMP Negeri No. 2 Padang
2. Mempersiapkan dan menentukan Staf Pengajar
3. Menyetujui Ibu Ir. Asnidar Kusrin sebagai Kepala Sekolah Pertama.

Allhamdulillah, maka pada tanggal 28 Oktober 1964 diresmikanlah bermulanya proses belajar mengajar SAKMA Yayasan Imam Bonjol di Gedung SMP Negeri No. 2 Padang di Jalan Pasar Ambacang, dengan jumlah siswa 15 orang. Kegiatan praktikum baru dimulai pada tahun ke- II ( Klas II ) bertempat digudang perusahaan limun PERDIS, milik Bpk. Kahar Mak Uncu, didepan kantor PLN. Alat- alat praktikum/ kaca masih sangat terbatas dan sederhana sekali, berkat bantuan Bpk. Doelma Noer. Bahkan sebagai pelengkap, pengganti kaca Erlenmeyer digunakan juga “ gelas kaki lima “. Pertengahan tahun 1965 Ibu Ir. Asnidar Kusrin mengundurkan diri dari jabatan Kepala Sekolah. Selanjutnya dijabat Bpk. Drs. Azhari sendiri. Pada pertengahan tahun 1967 dengan SK Yayasan Imam Bonjol yang ditanda tangani Ketua Bpk. Drs. Azhari, ditunjuklah Bpk. Meigoes Maaroef menjadi Kepala Sekolah. Periode Pasar Ambacang, belajar sore hari di SMP Negeri No. 2 Padang, berlangsung 3 ( tiga ) Tahun Pelajaran ( tiga kali proses penerimaan siswa ). Berbicara masalah “ hambatan “, jelas masalah “prasarana dan sarana “ serta “ sumber pembiayaan “ masih sangat terbatas sekali.

Setelah meletusnya peristiwa G30S, dimana PEPELRADA ( Penguasa Pelaksana Perang Daerah ) menyita milik organisasi yang dianggap terlibat, maka kami beserta Bpk. Drs. Azhari dan Bpk. Mansoer Djohan Dt. Maradjo mengajukan Surat Permohonan agar diizinkan/ diperkenankan menggunakan gedung bekas sekolah Cina di Jalan Klenteng 319 Padang untuk ruang belajar ( catatan : sekaligus permohonan untuk STMA yang segera akan dibuka/ menerima siswa ).
Maka sejak awal tahun 1967 resmilah SAKMA menempati gedung di Jalan Klenteng 319 Padang itu bersama- sama dengan STMA dilantai dasar, sedangkan lantai dua ditempati SSRI ( Sekolah Seni Rupa Indonesia ).


STMA ( Sekolah Teknologi Menengah Atas )

Sekitar triwulan pertama tahun 1966, beredar Surat Edaran dari Departemen Perindustrian Rakyat yang ditanda tangani oleh Pembantu Utama Militer, yang menganjurkan kepada daerah- daerah Tingkat I untuk menumbuhkan atau mendirikan STMA di masing- masing daerah.
Para Alumnus STMA Yogyakarta yang berada di Padang dan bertugas di Dinas Perindustrian Daerah Tingkat I Sumatera barat menyambut baik kesempatan ini dan membicarakannya dengan Kepala Dinas, agar maslah ini dapat dibicarakan dengan Pemerintah Daerah Tingkat I/ Gubernur Sumatera Barat. Hal ini kurang mendapat tanggapan, , maka para alumnus STMA Yogyakarta tersebut mendesak Kepala Dinas agar dapat memberi mandate kepada para alumnus tersebut untuk dapat menumbuhkan pendirian STMA di Padang, di daerah ini.
Pada dasarnya Kepala Dinas Perindustrian Daerah Tingkat I Sumatera Barat dapat menyetujui, dengan catatan seluruh pembiayaan harus diusahakan sendiri. Maka dalam pertemuan para alumnus STMA Yogyakarta tersebut disepakati untuk segera mewujudkan pendirian STMA Padang. Pertemuan tersebut menunjuk Bpk. Meigoes Maaroef untuk menjabat Kepala Sekolah, namun yang bersangkutan melimpahkan kepada Bpk. Mansoer Djohan Dt. Maradjo dan akan selalu bekerja sama.

Alhamdulillah, 7 Februari 1967 maka dimulai pulalah proses belajar mengajar pada STMA Padang di Gedung Jalan Klenteng 319 Padang, bersama- sama dengan SAKMA Padang ( catatan : STMA Padang program EMPAT tahun pula, seperti halnya SAKMA Padang ).


Langkah- langkah Penanganan dan Kebijaksanaan

Mengingat terbatasnya dana yang semata- mata dari orangtua para siswa berupa Uang Sekolah, maka sering sekali Honoraria para Staf Pengajar tidak dapat dibayarkan pada waktunya yang jumlahnya juga relatif kecil. Apatah lagi untuk menambah atau melengkapi sarana praktikum di laboratorium. Namun demikian, nawaitu yang satu dan kebersamaan, selalu menjadi pemacu motivasi untuk dapat berbuat lebih dari hari ke hari.

Walaupun kedua sekolah ini Sekolah Kejuruan, maka tetap kita mengutamakan operasional nilai kependidikan, yang berikutnya disertai pengajaran. Pendekatan kejiwaan dalam arti kebersamaan, untuk mencapai harapan para orang tua selalu kita tanamkan pada anak didik.

Maka sejak tahun 1968, pada saat selesai testing penerimaan siswa baru, dilakukan acara pertemuan dengan para orangtua dalam rangka/ acara “ SERAH TERIMA ANAK DIDIK DARI ORANG TUA KEPADA MAJELIS GURU “. Pada pertemuan tersebut, salah seorang orang tua siswa, atas nama seluruhnya menyerahkan anak- anaknya kepada majelis guru untuk dididik dan diajar sesuai bidang/ kejuruannya. Kepala Sekola atas nama Majelis Guru akan menerima penyerahan itu. Selanjutnya, masing- masing siswa akan mengisi blanko Surat Perjanjian yang diketahui/ ditanda tangani orang tua. Setelah mereka LULUS UJIAN AKHIR, dilakukan Penyerahan Kembali anak didik dari Majelis Guru kepada Orang tua.

Sejak tahun 1968 itu pula disepakati memberlakukan ketentuan Pakaian Seragam bagi para siswa, begitu staf pengajar dan karyawan. Bagian atas berwarna “ putih “ dan bagian bawah “abu- abu “. Pakaian seragam ini wajib dipakai pada hari “ SENIN “ dan “ KAMIS “ dan para siswa harus melengkapinya dengan “ DASI “ yang berwarna “ abu- abu “ juga.

Jangkauan pikiran yang ditumbuhkembangkan dalam masing- masing jiwa anak didik, tidaklah muluk- muluk, tetapi objektif dan rasional, bahwa pembangunan bangsa dan negara ini, khususnya dibidang industri, membutuhkan tenaga trampil, ulet, tekun, jujur dan selalu ingin memperdalam dan mengembangkan ilmu.

Pada akhir tahun 1968 itu pula untuk Pertama Kali SAKMA menyelenggarakan “ UJIAN AKHIR “. Untuk pengurusan SURAT KEPUTUSAN UJIAN AKHIR itu ke Departemen Perindustrian Rakyat, dalam hal ini ditangani oleh PN. PN NUPIKSA YASA, di Jakarta jelas memerlukan biaya. Dalam hal ini Yayasan Imam Bonjol tidak mungkin menyediakannya, maka dalam hubungan dengan pengusaha industri terpaksalah mohon bantuan pinjaman. Yang terjun ikut membantu pemberian pinjaman ini adalah “ Gabungan Pengusaha Karet Indonesia “ yang diketuai oleh Bpk. Aminsyah Nasution. Pinjaman tersebut diangsur secara mencicil dan baru lunas setelah lebih kurang “ satu setengah tahun “.

Pengurusan SK UJIAN AKHIR itu ke Jakarta naik kapal “ Klas Dek “ pulang pergi. Khusus untuk UJIAN AKHIR PERTAMA ini SAKMA mendapat kehormatan, karena yang menjadi KETUA PANITIA nya adalah Bpk. Prof. Dr. Isjrin Nurdin. Peserta Ujian Akhir Pertama ini berjumlah 13 (tigabelas) orang, dan yang dapat dinyatakan “ LULUS“ hanya 9 ( sembilan ) orang.

Pada akhir tahun 1968 itu, dalam lingkungan Departemen Perindustrian ditumbuhkan LPPI ( Lembaga Penelitian dan Pendidikan Industri ) yang membawahi Balai- balai Penelitian dan Sekolah/ Akademi/ Sekolah Tinggi. Kami selalu menghubungi beliau- beliau yang bertugas di Lembaga tersebut, selalu kami ajak berkunjung ke SAKMA dan STMA serta memperlihatkan fakta yang berkembang, disamping me-informasikan kesulitan dan hambatan yang dihadapi.

Alhamdulillah, berkat izinNya jua, pada Tahun Kedua REPELITA I ( 1970- 1971 ), SAKMA dan STMA masing- masing mendapatkan Rp. 2.000.000,- ( dua juta rupiah ) dana DIP ( Daftar Isian Proyek ). EMPAT JUTA dana yang didapatkan tersebut dimanfaatkan sepenuhnya untuk peningkatan sarana LABORATORIUM, berupa meja-praktek, peralatan kaca/ gelas dan bahan- bahan kimia.

Keberkatan ini semakin memacu semangat dan motivasi proses belajar mengajar, terutama dikalangan anak didik. Dengan kesadaran mereka akan peraturan dan disiplin yang diberlakukan di sekolah dan keseharian, disertai pakaian seragam pada hari Seni dan Kamis, serta kesatupaduan dan keseriusan para pendidik, maka kecerahan ke depan semakin terbayang dan terlihat.

Namun dibalik itu, cobaan masih juga dialami oleh SAKMA, dimana salah seorang Kepala Sekolah sejenis di Sumatera mempertanyakan de Departemen Perindustrian mengapa SAKMA Padang yang didirikan Yayasan Imam Bonjo mendapatkan pula dana Pelita. Akibat gugatan tersebut, maka mulai tahun ke- 3 ( 1971/1972 ) Pelita I sampai tahun ke- 1 ( 1974/ 1975 ) Pelita II, dana bantuan tersebut dihentikan.

Pada saat terhentinya dana Pelita untuk SAKMA ini, usaha kita untuk mendapatkan dana ganti- rugi tanah disamping SMA Negeri No. 2 Padang dikucurkan melalui DIP tahun 1971/ 1972. Pembangunan Gedung Sekolah mulai tahun 1972/ 1973, dan selesai Tahun Anggaran 1975/ 1976.
Lokasi yang kita dapatkan di Jalan Ir. H. Juanda No. 2 tersebut berkat bantuan dan kebijaksanaan Bpk. St. Aziz yang pada waktu itu menjabat Kepala Jawatan Agraria Kota Madya Padang dan bantuan penuh Bpk. Drs. Hasan Basri Durin yang pada waktu itu menjabat Wali Kota Padang.

Berkat kegigihan usaha bersama, maka pada Tahun Ke- 2 Pelita II ( 1975/ 1976 ) kembali SAKMA mendapatkan Dana Pelita.Perlu kiranya dikemukakan disini, beliau- beliau yang sering dan selalu kita hubungi dan telah memberikan dorongan serta petunjuk- petunjuk, yang menyebabkan kembali dikucurkannya Dana Pelita itu, yaitu adalah :
1. Bpk. Drs. Harun Zain, Gubernur Kep. Daerah Tk. I Sumatera Barat.
2. Bpk. Drs. Elchaidi Elias, Kep. Biro Perencanaan/ Keuangan Departemen Perindustrian
3. Bpk. Ir. Soebroto, M.Sc, Kep. PUSDIKLAT
4. Bpk. Drs. Yuzinir, Staf Biro Perencanaan dan beberapa Staf Operasional, baik di Dep. Perindustrian maupun di Pusdiklat.

Anggaran Pembangunan/ Pelita, pada dasarnya dimanfaatkan terutama untuk menambah dan melengkapi peralatan Laboratorium, Perpustakaan, Perbengkelan serta bahan- bahan kimia untuk Praktikum. Biaya operasional, berupa honoraria Staf Pendidik/ Pengajar dan kebutuhan bahan- bahan lainnya masih bergantung kepada hasil penerimaan Uang Sekolah dari anak didik.

Sehingga, pada saat perpanjangan Tahun Pelajaran yang ditetapkan Pemerintah kembali ke pertengahan tahun kabisat, maka sumber pemasukan dari orang tua anak didik tidak mungkin dipaksakan, dan amat seret sekali, maka satu- satunya cara mendapatkan dana adalah berusaha mendapatkan pinjaman/ kredit.
Maka, didapatkanlah pinjaman/ kredit dari BANK NASIONAL dengan “ AGUNAN/ BORG “ tanah dan rumah keluarga- keluarga :
1. Meigoes Maaroef
2. Mansoer Djohan Dt. Maradjo
3. Anas Dars.

Dilatar- belakangi oleh tingkat kesadaran dan pemahaman yang terarah, baik anak- didik maupun Staf Pengajar/ Pendidik, berlandaskan disiplin yang bernuansa keagamaan dan buday/ adat yang memasyarakat, maka kegiatan proses belajar- mengajar semakin menunjukkan hasil yang selama ini diharapkan, dan semakin memotivasi mereka yang terlibat untuk selalu berusaha dan berbuat lebih.

Pada pertengahan tahun 1985 STMA dinyatakan langsung bernaung dalam lingkungan Departemen Perindustrian, sehingga mendapatkan anggaran rutin untuk biaya operasional.
Menjelang akhir tahun 1993, Yayasan Imam Bonjol menyerahkan pula pengelolaan sepenuhnya SAKMA kepada Departemen Perindustrian.

Pada pertengahan Januari 1994, maka dilakukanlah penggantian Kepala SAKMA/ SMAKPA dan STMA/ SMTI, oleh Kepala PUSBINLAT Departemen Perindustrian bertempat di Gedung Sekolah Jalan Ir. H. Juanda No. 2 Padang.

Hasil- Hasil Yang Dicapai

Sampai saat kami menyerahkan jabatan kepada pengganti- pengganti kami, dapat dicatat beberapa hasil yang dapat dicapai, Alhamdulillah, dapat disebutkan antara lain :
  1. Pembangunan Gedung Sekolah di Jalan Ir. H. Juanda No. 2 Padang.Pada Daftar Isian Proyek ( DIP ) Tahun 1972/ 1973 atas nama STMA, karena Dana Pelita untuk SAKMA dihentikan pada waktu itu selama 4 ( empat ) tahun anggaran.
  2. Peralatan Laboratorium termasuk Analytical Instruments, Peralatan Perbengkelan serta Bahan Keperpustakaan sudah memadai, yang memungkinkan proses belajar- mengajar berlangsung intensif.
3. Para Lulusan sampai Tahun Pelajaran 1992/ 1993 :
SAKMA/ SMAKPA…………………………1. 692 0rang
STMA/ SMTI………………………………… 613 0rang
4. Yang patut dicatat dan sesungguhnya paling utama pula dalam berusaha menuju dan mencapai keberhasilan, adalah Peraturan dan Disiplin, baik terhadap Anak- didik maupun terhadap Staf Pendidik/ Pengajar yang dibudayakan “ TAGANG BAJELO- JELO, KANDUA BADATIAK- DATIAK “. Hal ini terutam pada Anak- didik dalam menumbuhkan “ kebanggaan dan kepercayaan kepada diri “ , menggerakkan “ ketekunan dan kesungguhan “ sehingga membuahkan “ KEBERHASILAN “.

Demikian.


“ Dek lamo lupo, dek banyak ragu.
Tak ado gadiang nan indak ratak “


Padang, 10 April 2003

H. Meigoes Maaroef


Published as original by :

Yuda Handika/ AK 90-91

Fenomena lago sakandang

Fenomena menikah satu almamater alias lago sakandang yang terjadi pada alumni SMAK-SMTI Padang (d/h SAKMA-STMA) bukanlah fenomena baru. Hal ini telah terjadi sejak alumni² tahun pertama (SAKMA 1968) yaitu dimulai dek Kanda Arizal Nurdin, setelah itu menyusul yg lain baik antara SAKMA-SAKMA atau STMA-STMA atau STMA-SAKMA, mungkin karena telah sama² biasa menghirup H2S di Lab...he...he..
Dan itulah satu satu manfaat sampingan dari bergabung dan aktif di HASTA.

Diantara sekian banyak nama-nama pasukan lago sakandang diantaranya adalah :
  1. Alfa Edison muluk Ti98 & Yossy Ak01
  2. Hasreni dan Ti98 Hamzah Ti98
  3. Elfina Ti98 & Firman Ti99
  4. Sepriadi Ti 98 & nyonya
  5. Dani TI98 & Febi AK00
  6. Zulfajri Yuda AK97 & Yulia AK00
  7. Ade Chandra AK 97 & Meri TI99
  8. Novriandi TI 97 & Mia TI 97
  9. Irwan TI98 & Nyonya
  10. Yudha handika AK-90 dan Epi
  11. Khairul Asra & Nyonya
  12. Muzammil Ahdiyat (TI92) & Eva (AK92)
  13. Feri Adrialdi (TI94) & Elvina Eka Putri (TI94)
  14. Almarnim (AK88) & Nelmawati (TI90)
  15. Hasbunallah (AK89) & Suharyatini (TI94)
  16. Sukarni (76) dan Yeti (76)
  17. Ance (STMA 78) & Pridesmiyati { Upik } STMA 78
  18. Asril Latief (Ak76) & Yusni Munir (Ak77)
  19. Arwil Syafri (T76) & Warni (TI-77)
  20. Arizal Nurdin(SMAK 68) & nyonya
  21. sia lai yo...

Nikmat Hidup

Setelah diri bertambah besar
di tempat kecil tak muat lagi,
Setelah harga bertambah tinggi
orang pun segan datang menawar,
Rumit beredar di tempat kecil
kerap bertemu kawan yang culas,
Laksana ombak di dalam gelas
diri merasai bagai terpencil,

Walaupun musnah harta dan benda
harga diri janganlah jatuh,
Binaan pertama walaupun runtuh
kerja yang baru mulailah pula,

Pahlawan budi tak pernah nganggur
khidmat hidup sambung bersambung,
Kadang turun kadang membumbung
sampai istirehat di liang kubur,

Tahan haus tahanlah lapar
bertemu sulit hendaklah tengang,
Memohon-mohon jadikan pantang
dari mengemis biar terkapar,

Hanya dua tempat bertanya
pertama tuhan kedua hati,
Dari mulai hidup sampai pun mati
timbangan insan tidaklah sama,

Hanya sekali singgah ke alam
sesudah mati tak balik lagi,
Baru rang tahu siapa diri
setelah tidur di kubur kelam,

Wahai diriku teruslah maju
di tengah jalan janganlah berhenti,
Sebelum ajal, janganlah mati
keredhaan Allah, itulah tuju,

Selama nampak tubuh jasmani
gelanggang malaikat bersama setan,
Ada pujian ada celaan
lulus ujian siapa berani,

Jika hartamu sudah tak ada
belumlah engkau bernama rugi,
Jika berani tak ada lagi
separuh kekayaan porak peranda,

Musnah segala apa yang ada
jikalau jatuh martabat diri,
Wajah pun muram hilanglah seri
ratapan batin dosa namanya,

Jikalau dasar budimu culas
tidaklah berubah kerana pangkat,
Bertambah tinggi jejang di tingkat
perangai asal bertambah jelas,

Tatkala engkau menjadi palu
beranilah memukul habis-habisan,
Tiba giliran jadi landasan
tahanlah pukulan biar bertalu,

Ada nasihat saya terima
menyatakan fikiran baik berhenti,
sebablah banyak orang membenci
supaya engkau aman sentosa,

Menahan fikiran aku tak mungkin
menumpul kalam aku tak kuasa,
Merdeka berfikir gagah perkasa
berani menyebut yang aku yakin,

Celalah saya makilah saya
akan ku sambut bertahan hati,
Ada yang suka ada yang benci
hiasan hidup di alam maya

(hamka)

Kenali Ciri-ciri Pemimpin Berprinsip

Stephen R. Covey, penulis buku terkenal, 'Seven Habits of Highly EffectivePeople', dalam bukunya yang lain 'Principle Centered Leadership', menggambarkan delapan ciri-ciri pemimpin yang berprinsip, sebagai berikut :

- Terus belajar
Pemimpin yang berprinsip menganggap hidupnya sebagai proses belajar yang tiada henti untuk mengembangkan lingkaran pengetahuan mereka. Di saat yang sama, mereka juga menyadari betapa lingkaran ketidaktahuan mereka juga membesar. Mereka terus belajar dari pengalaman. Mereka tidak segan mengikuti pelatihan, mendengarkan orang lain, bertanya, ingin tahu, meningkatkan ketrampilan dan minat baru.

- Berorientasi pada pelayanan
Pemimpin yang berprinsip melihat kehidupan ini sebagai misi, bukan karir. Ukuran keberhasilan mereka adalah bagaimana mereka bisa menolong dan melayani orang lain. Inti kepemimpinan yang berprinsip adalah kesediaan untuk memikul beban orang lain. Pemimpin yang tak mau memikul beban Orang lain akan menemui kegagalan. Tak cukup hanya memiliki kemampuan intelektual, pemimpin harus mau menerima tanggung jawab moral, pelayanan, dan sumbangsih.

- Memancarkan energi positif
Secara fisik, pemimpin yang berprinsip memiliki air muka yang menyenangkan dan bahagia. Mereka optimis, positif, bergairah, antusias, penuh harap, dan mempercayai. Mereka memancarkan energi positif yang akan mempengaruhi orang-orang di sekitarnya. Dengan energi itu mereka selalu tampil sebagai juru damai, penengah, untuk menghadapi dan membalikkan energi destruktif menjadi positif.

- Mempercayai orang lain
Pemimpin yang berprinsip mempercayai orang lain. Mereka yakin orang lain mempunyai potensi yang tak tampak. Namun tidak bereaksi secara Berlebihan terhadap kelemahan-kelemahan manusiawi. Mereka tidak merasa hebat saat menemukan kelemahan orang lain. Ini membuat mereka tidak menjadi naif.

- Hidup seimbang
Pemimpin yang berprinsip bukan ekstrimis. Mereka tidak menerima atau menolak sama sekali. Meraka sadar dan penuh pertimbangan dalam tindakan. Ini membuat diri mereka seimbang, tidak berlebihan, mampu menguasai diri, dan bijak. Sebagai gambaran, mereka tidak gila kerja, tidak fanatik, tidak menjadi budak rencana-rencana. Dengan demikian mereka jujur pada diri sendiri, mau mengakui kesalahan dan melihat keberhasilan sebagai hal yang sejalan berdampingan dengan kegagalan.

- Melihat hidup sebagai sebuah petualangan
Pemimpin yang berprinsip menikmati hidup. Mereka melihat hidup ini selalu sebagai sesuatu yang baru. Mereka siap menghadapinya karena rasa aman mereka datang dari dalam diri, bukan luar. Mereka menjadi penuh kehendak, inisiatif, kreatif, berani, dinamis, dan cerdik. Karena berpegang pada prinsip, mereka tidak mudah dipengaruhi namun fleksibel dalam menghadapi hampir semua hal. Mereka benar-benar menjalani kehidupan yang berkelimpahan.

- Sinergistik
Pemimpin yang berprinsip itu sinergistik. Mereka adalah katalis perubahan. Setiap situasi yang dimasukinya selalu diupayakan menjadi lebih baik. Karena itu, mereka selalu produktif dalam cara-cara baru dan kreatif. Dalam bekerja mereka menawarkan pemecahan sinergistik, pemecahan yang memperbaiki dan memperkaya hasil, bukan sekedar kompromi dimana masing-masing pihak hanya memberi dan menerima sedikit.

- Berlatih untuk memperbarui diri
Pemimpin yang berprinsip secara teratur melatih empat dimensi kepribadian manusia: fisik, mental, emosi, dan spiritual. Mereka selalu memperbarui diri secara bertahap. Dan ini membuat diri dan karakter mereka kuat, sehat dengan keinginan untuk melayani yang sangat kuat pula. Sekarang.. yakinkah anda sudah dapat menjadi pemimpin bagi diri sendiri
sebelum memimpin orang lain..? Semoga resep di atas dapat pula selalu mengingatkan kita, memperbaharui pola pikir yang positif..

Sumber: Disadur dari 'Principle Centered Leadership' by Stephen R. Covey

Orang berwatak baik melakukan sesuatu yang benar hanya karena itu benar Orang besar menunjukkan kebesarannya dalam caranya memperlakukan orang kecil (Thomas Carlyle)


Paruh Baya: Bukan Puber Kedua..!

Ketika memasuki usia paruh baya, seseorang sering berperilaku "mencurigakan". Ada yang genit, suka bersolek, dan menggoda lawan jenis. Ada pula yang menjadi alim dan sibuk dengan kegiatan spiritual. Inikah masa krisis dalam kehidupan seorang manusia?

Anda pernah melihat pasangan atau saudara kita tiba-tiba berubah tingkah ketika memasuki usia 40 tahun? Tiba-tiba suka bersolek, menyukai mobil sport mencorong, genit, suka main mata, bahkan punya pacar lagi atau meninggalkan pasangan dan anak-anaknya untuk menikahi orang lain. Atau makin suka bicara seputar seks dan dengan berbagai cara berupaya keras mempertahankan "kemudaan"-nya; aktif mengikuti kegiatan yang menurut anggapan umum lebih cocok untuk orang muda seperti berdansa dan berolahraga seperti arung jeram, mendaki gunung, atau bermain ski. Inikah indikator bahwa sesuatu terjadi pada kaum paruh baya? Apakah mereka mengalami krisis?

Cukup banyak orang meyakini adanya midlife crisis (krisis paruh baya) sejak istilah itu dilontarkan oleh Gail Sheehy, Steve Levinson, dan rekan-rekan pada 1970-an. Sampai saat ini cukup banyak orang yang dengan serta merta mencurigai krisis paruh baya sebagai kambing hitam adanya perubahan tingkah laku mencolok yang ditampilkan orang-orang yang usianya mendekati kepala empat.

Bersisi ganda

Tidak dapat dipungkiri bahwa gejala-gejala tadi dialami oleh cukup banyak orang. Namuan perlu dipertanyakan apakah perubahan itu memang indikator terjadinya krisis.

Robert R. McCrae dan PT. Costa (1984) dalam penelitiannya terhadap pria paruh baya ternyata tidak menemukan bukti cukup kuat mengenai adanya krisis paruh baya. Sampai ada bukti lain meyakinkan, gejala perubahan tingkah laku yang kita alami atau amati pada seseorang sebaiknya kita anggap sebagai indikator adanya transisi usia paruh baya. Masa peralihan mengandung perubahan, namun tidak selalu mengakibatkan krisis.

Kalau kita telaah lebih lanjut, usia 40 dapat dikatakan sebagai "siang harinya kehidupan". Pada usia ini kita mulai berhitung berapa lama lagi waktu yang tersisa sebelum ajal menjemput. Ketika menghitung hari itulah, seakan-akan seseorang secara tiba-tiba disadarkan bahwa hanya tinggal sedikit waktu yang tersisa dalam
hidupnya yang hanya satu kali ini.

Kesadaran akan hal itu dapat membuat sebagian kaum paruh baya menjadi lebih banyak merenung dan melakukan introspeksi mengenai berbagai hal yang perlu atau akan dilakukannya sepanjang sisa paruh kedua kehidupannya, ambisinya, dan cita-citanya. Sejalan dengan ini Carl Jung (1933) pakar psikologi menyatakan bahwa usia 40-an adalah masa yang tepat utuk the illumination of the self, menggali pemahaman diri agar tercapai pencerahan diri.

Dalam masa peralihan ini, kaum paruh baya akan menghadapi berbagai pengalaman dan kesempatan yang dapat membuat mereka meninjau kembali berbagai aspek mengenai diri dan kehidupannya. Kaum paruh baya bukanlah kelompok yang homogen, melainkan cukup bervariasi.

Mereka cukup bervariasi dalam karakteristik kepribadiannya, karakteristik demografisnya, aspirasinya, cita-citanya, dan hal-hal yang diutamakan dalam kehidupan mereka. Ada yang sudah menikah dan berketurunan ada yang tidak, ada yang berkarier, ada yang tidak, ada yang sudah mantap dalam berbagai aspek kehidupannya, ada yang masih gonjang-ganjing. Karena itu jangan terjebak dalam pandangan stereotipe mengenai kaum paruh baya.

Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, semakin diketahui bahwa krisis paruh baya dapat bersisi ganda. Krisis dapat berarti gejolak yang berkonotasi negatif, namun juga dapat membuka peluang baru.

Di masa paruh baya ini dapat terbuka peluang untuk mengevaluasi dan mengeksplorasi kembali berbagai aspek diri seseorang yang selama ini tidak tersentuh atau agak terabaikan akibat kesibukan memenuhi berbagai tuntutan kehidupan sebagai "orang muda". Kemantapan karier, kehidupan keluarga, dan segi finansial amat mendukung seseorang untuk dapat secara lebih santai menekuni kembali hobi yang sudah lama terabaikan.

Dalam pandangan orang lain, perubahan tingkah laku ini mengesankan bahwa seakan-akan mereka baru mulai menekuni kegiatan yang tidak pernah dilakukan sebelumnya, padahal kegiatan atau hal itu sebenarnya pernah menjadi hobinya di masa remaja, dicita-citakan, atau diimpikannya sejak kecil. Jung dan Bernice L. Neugarten (1977) mengemukakan, pada usia 40-an orang cenderung melakukan berbagai hal yang seakan-akan berlawanan dengan yang biasa dia lakukan sebelum usia 40-an.

Namun, kita tidak dapat semata-mata mengambinghitamkan usia sebagai penyebab perubahan itu. Perubahan dan perkembangan dalam masyarakat secara luas pun memberi pengaruh terhadap tingkah laku kaum paruh
baya. Pada umumnya, dan dalam dua dekade ini, di Indonesia semakin banyak kaum paruh baya yang memberi prioritas tinggi terhadap aspek spiritual atau keagamaan dalam kehidupannya. Dari kaum muda yang suka
hura-hura, seseorang berubah menjadi kaum paruh baya yang alim dan sibuk dengan kegiatan spiritual.

Memasuki usia paruh baya sebenarnya semakin banyak yang menunjukkan sikap lebih matang dan lembut, tidak lagi ceplas-ceplos tanpa tenggang rasa. Bagi sebagian kaum paruh baya yang cukup mapan dan berhasil, inilah waktunya bagi mereka untuk menyempurnakan hidup.

Untuk menggambarkan persepsinya mengenai masa paruh baya, seorang perempuan Amerika mengibaratkan kehidupannya sebagai sebuah rumah. Dalam pandangannya, usia 40 tahunan adalah masa memberi sentuhan
akhir untuk mempercantik rumah yang sudah dibangun sepanjang masa 40 tahun sebelumnya. Dalam usaha ini kadang kala seseorang merasa tidak memiliki ide atau tidak tahu apa yang harus dia lakukan untuk memperindah rumah yang sudah dia bangun itu.

Kesadaran mengenai sisa waktu kehidupan mungkin juga mendorong sebagian kaum paruh baya untuk mengejar ketinggalannya dalam berbagai aspek kehidupan. Bagi yang kurang puas dalam interaksi dengan lawan jenis, sekaranglah masanya menguji diri, apakab masih memiliki daya tarik? Sejalan dengan tema itu, mungkin saja ia jadi tampak seperti genit, melirik-lirik, merayu lawan jenis, atau bahkan selingkuh dan punya pacar lagi. Apalagi masyarakat masa kini juga menunjukkan perhatian besar terhadap penampilan dan kebugaran fisik.

Tidak hanya kaum muda, kaum paruh baya pun seakan-akan memuja kemudaan. Kemantapan kehidupan dari segi finansial sebagian kaum paruh baya juga menunjang mobilitas dan usaha meraih kesempatan yang pernah terlewatkan. Keberhasilan yang dicapainya selama ini memantapkan rasa percaya diri kaum paruh baya, sehingga mereka menjadi lebih berani dan yakin dalam melakukan sesuatu. Mereka tidak lagi terlalu mudah terusik oleh atau memusingkan pandangan orang lain, dan sudah memiliki nilai-nilai moral yang independen.

Karena itu, sebagian dari mereka menjadi lebih berani bereksperimen atau mencoba hal-hal baru, baik dalam rangka mumpung masih bisa atau menganggap bahwa nothing to lose. Coba saja, toh tidak ada ruginya, lebih rugi lagi kalau tidak pernah mencoba.

Hanya Mitos

Sekadar untuk diketahui, yang namanya usia tidak hanya ditunjukkan dengan sekian tahun. Ada berbagai jenis usia. Selain itu, usia pun dapat memiliki makna ganda.

Ada usia kronologis, yaitu jumlah tahun yang telah kita lalui sejak dilahirkan; usia biologis berkaitan dengan sisa waktu kehidupan sebelum ajal; usia psikologis berkaitan dengan kemampuan adaptasi maupun perasaan subjektif seseorang mengenai usianya; dan ada usia sosial yang berkaitan dengan peran, tanggung jawab, dan hak yang
dimiliki seseorang dalam komunitasnya. Usia sosial inilah yang kerap dijadikan patokan kelayakan tingkah laku seseorang yang mungkin saja tidak sesuai dengan usia psikologis seseorang.

Dalam masyarakat ada patokan untuk model atau warna pakaian yang dianggap pantas untuk kaum remaja, kaum muda, atau kaum paruh baya. Peran dan usia seseorang menentukan harapan orang lain mengenai caranya berbicara, berinteraksi, maupun jenis kegiatan yang patut dia ikuti.

Seseorang juga cenderung memperlakukan atau menilai orang lain berdasarkan persepsinya mengenai usia orang itu. Hal ini tercermin dan komentar seperti, "Pakde gaya sekali. Sudah tua masih pakai baju merah". Atau, "Aduh, sudah sweet sewidak (60 tahun - Red.) kawin lagi", atau "Makin tua makin wah dandanannya".

Kaum paruh baya dianggap hermasalah dan mengundang gunjingan para tetangga bila tingkah lakunya berubah dan dianggap tidak sesuai untuk usianya atau peran sosial yang disandangnya. Kadangkala dalam kaitan
dengan patokan sosial, kaum paruh baya pun seakan-akan mengalami diskriminasi. Mereka akan lebih berisiko mengalami sanksi sosial berupa cemoohan atau gunjingan apabila melakukan suatu tindakan yang dianggap lebib pantas dilakukan oleh kaum yang lebih muda usia.

Misalnya, menjalani operasi plastik untuk kecantikan, menjalani proses sedot lemak untuk merampingkan tubuh, atau menghilangkan keriput di seputar mata. Kaum paruh baya kerap dinilai "lupa umur" apabila gemar berdansa, berkaraoke ria, atau menikmati alunan musik yang sedang digemari kaum muda. Padahal, kalau hal itu dilakukan oleh kaum muda, dianggap sah-sah saja. Ya, kalau dipikir-pikir, norma sosial yang berkaitan dengan kepantasan usia kerap bersifat diskriminatif dan tidak memiliki alasan mendasar yang rasional.

Lain padang lain belalangnya, lain daerah lain pula aturannya. Usia sosial bersumber dari masyarakat dan berisi aturan mengenai kapan (dalam rentang usia berapa) seseorang harus menunjukkan tingkah laku tertentu. Norma usia itu juga mengalami perubahan atau pergeseran. Kalau kita amati sekarang ini, tampak semakin banyak nenek yang berjiwa muda, melakukan kegiatan dan produktif seperti kaum muda, mewarnai rambutnya yang beruban dengan aneka warna, tetapi dapat tetap terlihat anggun. Banyak pria matang, bahkan kakek yang tetap
produktif dan bersemangat meski di usia yang sudah jauh melampaui masa paruh baya. Usia subjektif umumnya memang tidak sejalan dengan usia kronologis.

Dalam beberapa penelitian diketahui, usia subjektif psikologis ternyata paling tidak sinkron dengan usia kronologis. Ketika remaja, orang merasa sudah dewasa; tetapi di usia paruh baya ke atas kebanyakan tidak merasakan perubahan usia psikologis subjektif yang berarti. Perubahan usia subjektif baru terjadi bila kaum paruh baya mulai mengalami berbagai kemunduran fisik, menyandang status baru dengan lahirnya sang cucu atau mengalami kematian teman sebayanya seorang demi seorang.

Jadi, apakah di usia paruh baya seseorang harus mengalami krisis? Itu hanya mitos. Yang ada adalah masa peralihan berkaitan dengan perubaban status, peran, kedudukan sosial, perubahan interaksi keluarga, dan lain-lain. Jauh lebih banyak orang yang melalui masa ini dengan tenang, aman, dan damai daripada yang penuh gejolak atau pencilatan, lirak-lirik, bergenit-genit apalagi berselingkuh.

Cukup banyak orang yang menyikapi masa paruh baya sebagai masa untuk evaluasi, introspeksi, dan kemudian mengembangkan aspek spiritual dalam diri mereka, menumbuhkan sikap bijak baik dalam interaksi sosial maupun menghadapi kehidupan secara lebih luas. Dengan demikian, salah satu anak tangga kehidupan dapat dilalui dengan bergairah menuju terbangunnya pribadi yang lebih bijaksana. (Intisari)

Penulis: Shinto B. Adelar, Psikolog

Thursday, July 27, 2006

Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari

ETIKA DI JALANAN
Berjalan dengan sikap wajar dan tawadlu, tidak berlagak sombong di saat berjalan atau mengangkat kepala karena sombong atau mengalihkan wajah dari orang lain karena takabbur. Allah Subhaanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya:

"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri". (Luqman: 18)

Memelihara pandangan mata, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Allah Subhaanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya:

"Katakanlah kepada orang laki-laki beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Yang Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya...." (An-Nur: 30-31).

Tidak mengganggu, yaitu tidak membuang kotoran, sisa makanan di jalan-jalan manusia, dan tidak buang air besar atau kecil di situ atau di tempat yang dijadikan tempat mereka bernaung.

Menyingkirkan gangguan dari jalan. Ini merupakan sedekah yang karenanya seseorang bisa masuk surga. Dari Abu Hurairah Radhiallaahu 'anhu diriwayatkan bahwasanya Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ketika ada seseorang sedang berjalan di suatu jalan, ia menemukan dahan berduri di jalan tersebut, lalu orang itu menyingkirkannya. Maka Allah bersyukur kepadanya dan mengampuni dosanya..." Di dalam suatu riwayat disebutkan: maka Allah memasukkannya ke surga". (Muttafaq'alaih).

Menjawab salam orang yang dikenal ataupun yang tidak dikenal. Ini hukumnya wajib, karena Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Ada lima perkara wajib bagi seorang muslim terhadap saudaranya- diantaranya: menjawab salam". (Muttafaq alaih).

Beramar ma`ruf dan nahi munkar. Ini juga wajib dilakukan oleh setiap muslim, masing-masing sesuai kemampuannya. Menunjukkan orang yang tersesat (salah jalan), memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan dan menegur orang yang berbuat keliru serta membela orang yang teraniaya. Di dalam hadits disebutkan: "Setiap persendian manusia mempunyai kewajiban sedekah...dan disebutkan diantaranya: berbuat adil di antara manusia adalah sedekah, menolong dan membawanya di atas kendaraannya adalah sedekah atau mengangkatkan barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah dan menunjukkan jalan adalah sedekah...." (Muttafaq alaih).

Perempuan hendaknya berjalan di pinggir jalan. Pada suatu ketika Nabi pernah melihat campur baurnya laki-laki dengan wanita di jalanan, maka ia bersabda kepada wanita: "Meminggirlah kalian, kalain tidak layak memenuhi jalan, hendaklah kalian menelusuri pinggir jalan. (HR. Abu Daud, dan dinilai shahih oleh Al-Albani).

Tidak ngebut bila mengendarai mobil khususnya di jalan-jalan yang ramai dengan pejalan kaki, melapangkan jalan untuk orang lain dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk lewat. Semua itu tergolong di dalam tolong-menolong di dalam kebajikan.

ETIKA MEMBERI SALAM

Makruh memberi salam dengan ucapan: "Alaikumus salam" karena di dalam hadits Jabir Radhiallaahu 'anhu diriwayatkan bahwasanya ia menuturkan : Aku pernah menjumpai Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam maka aku berkata: "Alaikas salam ya Rasulallah". Nabi menjawab: "Jangan kamu mengatakan: Alaikas salam". Di dalam riwayat Abu Daud disebutkan: "karena sesungguhnya ucapan "alaikas salam" itu adalah salam untuk orang-orang yang telah mati". (HR. Abu Daud dan At-Turmudzi, dishahihkan oleh Al-Albani).

Dianjurkan mengucapkan salam tiga kali jika khalayak banyak jumlahnya. Di dalam hadits Anas disebutkan bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam apabila ia mengucapkan suatu kalimat, ia mengulanginya tiga kali. Dan apabila ia datang kepada suatu kaum, ia memberi salam kepada mereka tiga kali" (HR. Al-Bukhari).

Termasuk sunnah adalah orang mengendarai kendaraan memberikan salam kepada orang yang berjalan kaki, dan orang yang berjalan kaki memberi salam kepada orang yang duduk, orang yang sedikit kepada yang banyak, dan orang yang lebih muda kepada yang lebih tua. Demikianlah disebutkan di dalam hadits Abu Hurairah yang muttafaq'alaih.

Disunnatkan keras ketika memberi salam dan demikian pula menjawabnya, kecuali jika di sekitarnya ada orang-orang yang sedang tidur. Di dalam hadits Miqdad bin Al-Aswad disebutkan di antaranya: "dan kami pun memerah susu (binatang ternak) hingga setiap orang dapat bagian minum dari kami, dan kami sediakan bagian untuk Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam Miqdad berkata: Maka Nabi pun datang di malam hari dan memberikan salam yang tidak membangunkan orang yang sedang tidur, namun dapat didengar oleh orang yang bangun".(HR. Muslim).

Disunatkan memberikan salam di waktu masuk ke suatu majlis dan ketika akan meninggalkannya. Karena hadits menyebutkan: "Apabila salah seorang kamu sampai di suatu majlis hendaklah memberikan salam. Dan apabila hendak keluar, hendaklah memberikan salam, dan tidaklah yang pertama lebih berhak daripada yang kedua. (HR. Abu Daud dan disahihkan oleh Al-Albani).

Disunnatkan memberi salam di saat masuk ke suatu rumah sekalipun rumah itu kosong, karena Allah telah berfirman yang artinya:

" Dan apabila kamu akan masuk ke suatu rumah, maka ucapkanlah salam atas diri kalian" (An-Nur: 61)

Dan karena ucapan Ibnu Umar Radhiallaahu 'anhuma : "Apabila seseorang akan masuk ke suatu rumah yang tidak berpenghuni, maka hendaklah ia mengucapkan : Assalamu `alaina wa `ala `ibadillahis shalihin" (HR. Bukhari di dalam Al-Adab Al-Mufrad, dan disahihkan oleh Al-Albani).

Dimakruhkan memberi salam kepada orang yang sedang di WC (buang hajat), karena hadits Ibnu Umar Radhiallaahu 'anhuma yang menyebutkan "Bahwasanya ada seseorang yang lewat sedangkan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam sedang buang air kecil, dan orang itu memberi salam. Maka Nabi tidak menjawabnya". (HR. Muslim)

Disunnatkan memberi salam kepada anak-anak, karena hadits yang bersumber dari Anas Radhiallaahu 'anhu menyebutkan: Bahwasanya ketika ia lewat di sekitar anak-anak ia memberi salam, dan ia mengatakan: "Demikianlah yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam". (Muttafaq'alaih).

Tidak memulai memberikan salam kepada Ahlu Kitab, sebab Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda :" Janganlah kalian terlebih dahulu memberi salam kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani....." (HR. Muslim). Dan apabila mereka yang memberi salam maka kita jawab dengan mengucapkan "wa `alaikum" saja, karena sabda Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam : "Apabila Ahlu Kitab memberi salam kepada kamu, maka jawablah: wa `alaikum".(Muttafaq'alaih).

Disunnatkan memberi salam kepada orang yang kamu kenal ataupun yang tidak kamu kenal. Di dalam hadits Abdullah bin Umar Radhiallaahu 'anhu disebutkan bahwasanya ada seseorang yang bertanya kepada Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam : "Islam yang manakah yang paling baik? Jawab Nabi: Engkau memberikan makanan dan memberi salam kepada orang yang telah kamu kenal dan yang belum kamu kenal". (Muttafaq'alaih).

Disunnatkan menjawab salam orang yang menyampaikan salam lewat orang lain dan kepada yang dititipinya. Pada suatu ketika seorang lelaki datang kepada Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam lalu berkata: Sesungguhnya ayahku menyampaikan salam untukmu. Maka Nabi menjawab : "`alaika wa`ala abikas salam"

Dilarang memberi salam dengan isyarat kecuali ada uzur, seperti karena sedang shalat atau bisu atau karena orang yang akan diberi salam itu jauh jaraknya. Di dalam hadits Jabir bin Abdillah Radhiallaahu 'anhu diriwayatkan bahwasanya Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah kalian memberi salam seperti orang-orang Yahudi dan Nasrani, karena sesungguhnya pemberian salam mereka memakai isyarat dengan tangan". (HR. Al-Baihaqi dan dinilai hasan oleh Al-Albani).

Disunnatkan kepada seseorang berjabat tangan dengan saudaranya. Hadits Rasulullah mengatakan: "Tiada dua orang muslim yang saling berjumpa lalu berjabat tangan, melainkan diampuni dosa keduanya sebelum mereka berpisah" (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani).

Dianjurkan tidak menarik (melepas) tangan kita terlebih dahulu di saat berjabat tangan sebelum orang yang dijabat tangani itu melepasnya. Hadits yang bersumber dari Anas Radhiallaahu 'anhu menyebutkan: "Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam apabila ia diterima oleh seseorang lalu berjabat tangan, maka Nabi tidak melepas tangannya sebelum orang itu yang melepasnya...." (HR. At-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani).

Haram hukumnya membungkukkan tubuh atau sujud ketika memberi penghormatan, karena hadits yang bersumber dari Anas menyebutkan: Ada seorang lelaki berkata: Wahai Rasulullah, kalau salah seorang di antara kami berjumpa dengan temannya, apakah ia harus membungkukkan tubuhnya kepadanya? Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Tidak". Orang itu bertanya: Apakah ia merangkul dan menciumnya? Jawab nabi: Tidak. Orang itu bertanya: Apakah ia berjabat tangan dengannya? Jawab Nabi: Ya, jika ia mau. (HR. At-Turmudzi dan dinilai shahih oleh Al-Albani).

Haram berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam ketika akan dijabat tangani oleh kaum wanita di saat baiat, beliau bersabda: "Sesung-guhnya aku tidak berjabat tangan dengan kaum wanita". (HR.Turmudzi dan Nasai, dan dishahihkan oleh Albani).

Rahasia Kebahagian

Rahasia kebahagiaan adalah memusatkan perhatian pada kebaikan dalam diri orang lain. Sebab, hidup bagaikan lukisan : Untuk melihat keindahan lukisan yang terbaik sekalipun, lihatlah di bawah sinar yang terang, bukan di tempat yang tertutup dan gelap sama halnya sebuah gudang.
Rahasia kebahagiaan adalah tidak menghindari kesulitan. Dengan memanjat bukit, bukan meluncurinya, kaki seseorang tumbuh menjadi kuat.
Rahasia kebahagiaan adalah melakukan segala sesuatu bagi orang lain. Air yang tak mengalir tidak berkembang. Namun, air yang mengalir dengan bebas
selalu segar dan jernih.
Rahasia kebahagiaan adalah belajar dari orang lain, dan bukan mencoba mengajari mereka. Semakin Anda menunjukkan seberapa banyak Anda tahu, emakin orang lain akan mencoba menemukan kekurangan dalam pengetahuan Anda. Mengapa bebek disebut "bodoh"? Karena terlalu banyak bercuap-cuap.
Rahasia kebahagiaan adalah kebaikan hati : memandang orang lain sebagai anggota keluarga besar Anda. Sebab, setiap ciptaan adalah milik Anda. Kita semua adalah ciptaan Tuhan yang satu.
Rahasia kebahagiaan adalah tertawa bersama orang lain, sebagai sahabat, dan bukan menertawakan mereka, sebagai hakim.
Rahasia kebahagiaan adalah tidak sombong. Bila Anda menganggap mereka penting, Anda akan memiliki sahabat ke manapun Anda pergi. Ingatlah bahwa musang yang paling besar akan mengeluarkan bau yang paling menyengat.
Kebahagiaan datang kepada mereka yang memberikan cintanya secara bebas, yang tidak meminta orang lain mencintai mereka terlebih dahulu. Bermurah hatilah seperti mentari yang memancarkan sinarnya tanpa terlebih dahulu bertanya apakah orang-orang patut menerima kehangatannya.
Kebahagiaan berarti menerima apapun yang datang, dan selalu mengatakan kepada diri sendiri "Aku bebas dalam diriku".
Kebahagiaan berarti membuat orang lain bahagia.
Padang rumput yang penuh bunga membutuhkan pohon - pohon di sekelilingnya, bukan bangunan - bangunan beton yang kaku, Kelilingilah padang hidup Anda dengan kebahagiaan.
Kebahagiaan berasal dari menerima orang lain
sebagaimana adanya; nyatanya menginginkan mereka bukan sebagaimana adanya. Betapa akan embosankan hidup ini jika setiap orang sama. Bukankah taman pun akan tampak janggal bila semua bunganya berwarna ungu?
Rahasia kebahagiaan adalah menjaga agar hati Anda
terbuka bagi orang lain, dan bagi pengalaman-pengalaman hidup. Hati laksana pintu sebuah rumah. Cahaya matahari hanya dapat masuk bilamana pintu rumah itu terbuka lebar.
Rahasia kebahagiaan adalah memahami bahwa persahabatan
jauh lebih berharga daripada barang; lebih berharga daripada mengurusi urusan sendiri; lebih berharga daripada bersikukuh pada kebenaran dalam perkara-perkara yang tidak prinsipiil.

Renungkan setiap rahasia yang ada di dalamnya. Rasakan apa yang dikatakannya.
"Tak ada kesenangan yang lebih besar dari pada
membantu seseorang membuat perbedaan positif dalam kehidupan orang tersebut." (Mary Rose McGeady)

Keberanian yang Dapat Mengubah Kehidupan

"Tears will not erase your sorrow; hope does not make you successful; courage will get you there."
– Air mata tidak akan menghapus dukamu; berharap tidak akan membuatmu sukses; hanya keberanian yang bisa membawamu kesana.

Setiap hari kita mempunyai peluang yang menguntungkan, entah itu dalam skala kecil maupun besar. Bila kita cukup berani, maka peluang-peluang tersebut akan menjadi keberuntungan yang besar. Sebab keberanian akan menimbulkan aksi yang signifikan.

Keberanian adalah suatu sikap untuk berbuat sesuatu dengan tidak terlalu merisaukan kemungkinan-kemungkinan buruk. Aristotle mengatakan bahwa, "The conquering of fear is the beginning of wisdom.
Kemampuan menahklukkan rasa takut merupakan awal dari kebijaksanaan." Artinya, orang yang mempunyai keberanian akan mampu bertindak bijaksana tanpa dibayangi ketakutan-ketakutan yang sebenarnya merupakan halusinasi belaka. Orang-orang yang mempunyai keberanian akan sanggup menghidupkan mimpi-mimpi dan mengubah kehidupan pribadi sekaligus orang-orang di sekitarnya.

Beberapa abad yang silam Virgil mengatakan, "Fortune favors the bold. – Keberuntungan menyukai keberanian." Marilah kita belajar dari para tokoh olah raga yang mempunyai prestasi berskala internasional, yaitu Carl Lewis, Michael Jordan, Marilyn King dan lain sebagainya. Mereka mempunyai keberanian yang tinggi untuk menepis segala kekhawatiran akan keterbatasan dalam diri mereka. Karena itulah mereka mampu berprestasi di bidang olah raga dan tampil sebagai tokoh yang berkarakter.

Kita juga mempunyai peluang yang sama besar dibidang yang sama ataupun di bidang lain, misalnya di bidang seni, politik, bisnis, ilmu pengetahuan, filsafat dan lain sebagainya. Tetapi apakah kita sudah mempunyai cukup keberanian menangkap peluang yang datang setiap hari itu dan mengubahnya menjadi prestasi hidup?

Hanya diri kita yang mampu mengukur apakah keberanian kita cukup besar? Marilyn King mengatakan bahwa keberanian kita secara garis besar dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu visi (vision), tindakan nyata (action), dan semangat (passion). Ketiga hal tersebut mampu mengatasi rasa khawatir, ketakutan, dan memudahkan kita meraih impian-impian.

Berdasarkan visi atau tujuan yang ingin kita capai, satu hal yang terpenting adalah kita harus menciptakan kemajuan. Menurut Vince Lombardi, seorang pelatih rugby ternama di dunia, upaya menciptakan kemajuan akan berjalan secara bertahap. Adanya perubahan menjadikan diri kita berani membuat kemajuan yang lebih besar. Karena itu Anthony J. D'Angelo menegaskan, "Don't fear change, embrace it. – Jangan pernah takut pada perubahan, tetapi peluklah ia erat." Maka perjelas visi, supaya berpengaruh signifikan terhadap keberanian.

Sementara itu, peluang datang terkadang dengan cara yang tidak terduga. Samuel Johnson mengatakan bahwa, "Whatever enlarges hope will also exalt courage. Apapun yang dapat memperbesar harapan, maka ia juga akan meningkatkan keberanian." Artinya, tindakan kerja untuk mengubah peluang akan meningkatkan harapan sekaligus keberanian memikirkan kemungkinan-kemungkinan terbaik atau menanggung resiko kegagalan sekalipun. Jika sudah mengetahui secara pasti apa yang kita inginkan dan sudah melakukan tindakan, maka hal itu akan meningkatkan keberanian untuk tidak pernah menyerah sebelum benar-benar berhasil.

Faktor ketiga yang berpengaruh terhadap tingkat keberanian adalah semangat (passion). Mungkin kita akan terinspirasi semangat seorang olah ragawan Carl Lewis. Dirinya tidak merasa khawatir atau takut akan mengalami kekalahan dalam pertandingan karena ia mempunyai semangat yang tinggi. Semangat Carl Lewis memompa keberaniannya melewati bermacam kesulitan, sehingga ia berhasil meraih 22 medali
emas diantaranya : 9 dari olimpiade/Games, 8 dari World Championship, 2 dari Pan America Games.

Ayahnya adalah orang yang paling berjasa dibalik keberaniannya itu. Ayahnya adalah orang yang tidak pernah bosan memberikan dorongan motivasi. Sehingga ketika ayahnya meninggal dunia pada tahun 1987 akibat serangan penyakit kanker, Carl Lewis menguburkan salah satu medali emas dari perlombaan lari 100 m yang paling disukai ayahnya. Dia berjanji untuk mendapatkan kembali medali itu. Semangat Carl Lewis meningkatkan keberaniaannya menembus halangan, hingga ia kembali berhasil mengumpulkan 9 medali emas beberapa tahun kemudian.

Carl Lewis adalah salah satu contoh orang sukses. Ia mempunyai keberanian yang tinggi untuk melakukan sesuatu yang tidak bisa atau tidak akan pernah dikerjakan oleh orang-orang yang biasa-biasa saja. Mereka konsisten menciptakan kemajuan terus menerus. Ekhorutomwen E.Atekha menerangkan, "All you need to keep moving is your ability to keep being courageous. – Segala sesuatu yang menggerakkan dirimu adalah kemampuanmu untuk memacu keberanian." Mereka senantiasa mempunyai keberanian yang tinggi untuk mengubah kehidupan karena mereka mempunyai visi, melakukan aksi dan mempunyai semangat yang luar biasa.*

Sumber:  Andrew Ho


Sepuluh Tip Sukses Right Here, Right Now

Sepuluh tahun yang lalu, kalau saya ditanya apakah tip sukses saya, mungkin saya tidak bisa menjawab. Sekarang, sukses bagi saya bukanlah ketika buku saya menjadi best-seller atau ketika menerima pujian untuk artikel ilmiah yang diterbitkan di jurnal terkemuka di Inggris Raya. Sukses bukan pula ketika saya dan suami berhasil juga membeli rumah di San Francisco Bay Area dengan keringat sendiri setelah hampir sepuluh tahun merantau di Negeri Paman Sam.

Sukses bagi saya adalah mindset. Sukses adalah saya; saya adalah sukses. Sukses bukan tujuan, bukan pula perjalanan. Success is about being dan becoming.

Berani dan overconfident kedengarannya? Mungkin, yang jelas ribuan bahkan jutaan manusia "sukses" di dunia alias manusia bermental juara mempunyai mindset seperti ini.

Apakah Anda perlu menjadi juara tenis tingkat Wimbledon atau juara golf profesional di PGA Pebble Beach untuk disebut "sukses"? Apakah Anda perlu mengendarai Corvette dan Lexus SUV hybrid? Jelas tidak. Seorang bermental juara alias bermindset "orang sukses" bisa jadi hanyalah seorang salesman saja.

Ambillah contoh Bill Porter, seorang salesman door-to-door dari Portland, Oregon yang terlahir dengan cerebral palsy. Ia berjalan kaki setidaknya 10 mil perhari selama 40 tahun dengan tertatih-tatih setiap hari tanpa mengeluh. Hebatnya, karena tubuhnya bagian kiri tidak bekerja sebagaimana orang normal, ia sebenarnya sangat sulit untuk berjalan tegak dan berbicara dengan jelas. (Baca www.billporter.com, filem Door to Door dan buku berjudul Ten Things
I Learned from Bill Porter oleh Shelly Brady.) Dengan penghasilan pas-pasan dari seorang salesman rumah ke rumah, jelas di mata orang awam ia tidaklah termasuk kategori "sukses secara finansial."

Namun, bagi saya, Bill Porter adalah salah satu orang paling sukses di dunia yang amat sangat saya kagumi. Salah satu cita-cita saya adalah bertemu muka dengan beliau suatu hari.

Nah, lantas apa resep 10 tip sukses concoction ala Jennie?

Satu, bersyukurlah atas hari ini. "Just to be alive is a grand thing," kata Agatha Christie, salah satu novelis detektif terkemuka. Jauhkanlah perasaan depresi dan sedih tanpa juntrungan. Jalani
setiap hari dengan hati penuh syukur. Ingatlah akan Bill Porter. Kalau dia bisa jadi seorang salesman berhasil,apapun yang Anda inginkan sebenarnya pasti bisa tercapai.

Dua, belajarlah seakan-akan Anda akan hidup selamanya, hiduplah seakan-akan Anda akan mati besok. Mohandas Gandhi pernah berkata demikian, "Live as if you were to die tomorrow, learn as if you were to live forever." Belajar terus, upgrade diri terus dengan berbagai cara baik yang memerlukan effort maupun effortlessly.

Tiga, setiap ketrampilan pasti ada penggunanya. Ini saya dapat dari salah satu sahabat saya seorang wanita blonda dari San Diego. Sahabat saya Crystal ini pernah membesarkah hati saya, "There are
all kinds of writers, there are all kinds of readers." Ketika saya down karena merasa incompetent bertarung dengan penulis-penulis lokal di sini, Crystal mengingatkan bahwa setiap jenis penulis pasti ada pembacanya (niche). Find your niche, so you find your place in the world.

Empat, bukalah jalan sendiri, orisinil. Ralph Waldo Emerson once said, "Do not go where the path may lead, go instead where there is no path and leave a trail." Jangan latah mengikuti orang lain, dengar kata hati dan ikutilah jalan yang belum kelihatan.

Lima, belajar mencintai apa yang Anda punyai, bukan berangan-angan akan apa yang Anda tidak miliki. Use whatever you have at hand, impian hanya akan menjadi nyata kalau Anda menggunakan instrumen yang kasat mata saat ini juga.

Enam, lihat apa yang kelihatan dan lihat apa yang belum kelihatan. Gunakan visi dan misi untuk mengenal apa yang Anda tuju. Seringkali, apa yang belum kelihatan adalah blue print untuk sukses Anda. Begitu kelihatan, ia akan menjadi semacam de ja vu.
Tujuh, telan kepahitan hidup dan bersiap-siaplah dalam menyongsong hari baru. Setiap hari adalah hari baru. Bangunlah tiap pagi dengan hati yang curious akan apa yang akan Anda alami hari itu. Be excited, be courageous to start the day.

Delapan, semakin banyak Anda memberi, semakin banyak Anda akan menerima. The more you give, the more you get in return. Dalam marketing, ini mungkin disebut sebagai taktik public relations atau publicity. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, ini juga berlaku tanpa diselipi dengan iming-iming tertentu. Saya sendiri sudah membuktikannya. Semakin banyak kita memberi (dalam arti luas, tidak terbatas uang dan materi), semakin besar penghargaan dan berkat yang
kita terima.

Sembilan, jadilah mentor diri sendiri. What would Oprah do? Itu yang saya pakai sebagai ukuran. Saya tidak memilih Nabi atau pembesar negara, namun seorang wanita berkulit berwarna yang telah membalikkan nasibnya sendiri menjadi salah satu orang berpengaruh di dunia.

Sepuluh, saya eksis dengan maupun tanpa tubuh saya. Setidak-tidaknya sekali sehari, saya mengingatkan diri sendiri bahwa hidup ini bukanlah untuk selamanya. Maka berbuatlah terbaik pada saat ini juga. Jangan tunggu-tunggu lagi. "Just do it," kata Cher di Farewell Concertnya beberapa tahun yang lampau. I do my best every chance I have. Berbuatlah terbaik di setiap kesempatan, karena itu mungkin
yang terakhir.

Ingatlah sukses bukanlah tujuan, bukan pula perjalanan. Sukses adalah mindset. Bukan hanya cogito er go sum (saya berpikir maka saya ada), namun sum ego prosperitas (sukses adalah saya).

Sumber: Sepuluh Tip Sukses Right Here, Right Now by Jennie S. Bev. Jennie S. Bev is a prolific author and co-author of 17 books and over 850 articles published in the United States, Canada, UK, France, Germany, Singapore and Indonesia. She is based in scenic Northern California where she resides with her husband.